30 Lebih Outlet Makaroni Ngehe Ternyata Dibangun Oleh Seorang Mantan Tukang Cuci Piring.

Written by Anto

Apakah kamu pernah mendengar tentang brand Makaroni Ngehe? Saya yakin sebagian besar masyarakat Jabodetabek khususnya anak muda pernah mendengar nama Makaroni Ngehe. Ya Makaroni Ngehe, sebuah “cemilan yang sangat ampuh menghilangkan bete, patah hati ditinggal kekasih, ngantuk di tempat kerja, suntuk karena macet, otak mumet karena belajar matematika dan juga untuk menghilangkan gugup saat PDKT”, dikutip dari website resminya ngehe.com

Makaroni Ngehe digagas oleh Ali Muharam, anak muda perantauan asal Tasikmalaya. Sebelum mendirikan Makaroni Ngehe, Ali Muharam telah menjalani beratnya sebagai anak perantauan. Pada tahun 2005 Ali Muharam merantau ke Jakarta untuk merubah nasibnya. Berbagai pekerjaan telah dijalaninya dengan penuh kerja keras, mulai dari pekerjaan sebagai penjaga warung makan, bekerja di kantin karyawan sebuah bank, sampai bekerja sebagai pencuci piring di sebuah mal.

Kekuatan keyakinan Ali untuk mencapai cita-citanya sebagai pengusaha selama bertahun-tahun akhirnya menjadi kenyataan. Ali berhasil membuat cemilan khas tanah kelahirannya, Tasikmalaya menjadi terkenal dan berkembang pesat di Jabodetabek yaitu Makaroni Ngehe yang saat artikel ini ditulis telah tercatat ada 33 outlet.

Sebenarnya sebelum  menjadi pengusaha Makaroni yang sukses seperti sekarang ini, Ali juga memiliki kegemaran lain yaitu ingin menjadi penulis. Keinginannya sebagai penulispun kini semakin menemui jalan terang. Ali telah merangkum kisah hidupnya yang bisa menginspirasi banyak orang dalam buku berjudul NGEHE yang secara resmi telah dirilis pada tanggal 19 Agustus 2019.

“Don’t ever kill your dream,” begitulah salah satu kutipan di dalam buku berjudul NGEHE yang ditulis oleh founder sekaligus CEO Makaroni Ngehe.

“13 bulan saya dedikasikan waktu dan semaksimal saya bisa. Buku ini titik awal saya mewujudkan mimpi saya dari awal merantau ke Jakarta hingga jadi penulis,” kata Ali Muharam di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta saat perilisan buku Ngehe.

“Saya menceritakan kisah hidup saya sendiri, ingin setidaknya orang-orang yang mejalankan usaha mereka bisa ada suntikan semangat dan tahu bahwa untuk menjadi sukses tidak hanya bekerja keras tetapi harus keras kepala di saat dunia berkata’tidak bisa’ kita harus tetap keras kepala ‘ini bisa’,” lanjutnya.

Buku Ngehe yang ditulis oleh Ali tidak hanya berisi kisah hidup Ali, tetapi ada makna mendalam lain. Buku tersebut juga sebagai bentuk baktinya kepada Indonesia dan juga pada sang ibu yang telah tiada. Sejak awal lulus SMA ia selalu berpikir untuk menjadi seseorang yang berguna bagi masyarakat.

"Saya harus melakukan sesuatu untuk negeri dan memberi kontribusi dari pada mengkritik penilaian tanpa ada aksi. Ini bakti untuk negara, orang-orang yang ada di usaha saya, terutama untuk ibu saya," tutur Ali.

Dari sepenggal kisah Ali ini sudah cukup memberikan bukti bahwa siapapun bisa berpeluang untuk menjadi orang sukses tergantung seberapa besar tekad dan keyakinan kita untuk mencapai cita-cita kita. 

Anto
Digital Marketer
Pemilik Peternakan Kampung Kelinci
Pemegang Saham PT Kalbe Farma Tbk
Pemegang Saham PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk
Pemegang Saham PT Aneka Tambang Tbk
Pemegang Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk

About the author

Anto

Digital Marketer
Pemilik Peternakan Kampung Kelinci
Pemegang Saham PT Kalbe Farma Tbk
Pemegang Saham PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk
Pemegang Saham PT Aneka Tambang Tbk
Pemegang Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk

Leave a Comment