5 Cara Mudah Untuk Bernegosisasi Dengan Baik

tips bernegosiasi
Written by Ichsan

Suatu hal yang tidak bisa kita duga dalam hidup adalah bahwa kita hidup dalam dunia yang penuh dengan kepentingan. Begitu juga dalam hal bisnis, kita tidak bisa menghindari adanya konflik kepentingan antara pihak kita dengan pihak lain nya. Cara mengatasinya adalah kita harus pintar-pintar dalam melakukan negosiasi dengan baik, dengan kata lain kita harus memahami cara agar dapat bernegosiasi dengan baik.

Apa itu Negosiasi??? Negosiasi adalah interaksi antara 2 orang atau lebih untuk mencari win-win solution atau kita harus berusaha mencari jalan tengah yang menyenangkan untuk kedua belah pihak.

Sayangnya dalam bernegosiasi tidak semua orang dapat memahami cara melakukan negosiasi tersebut, pengalaman juga sangan berpengaruh terhadap proses negosiasi. untuk mendapatkan pengalaman tersebut, kamu dapat melakukan beberapa Tips 5 Cara Mudah Untuk Bernegosisasi Dengan Baik untuk berbagai keperluan.

 

1. Pahami kebutuhanmu, Keinginanmu dan Posisimu

Sebelum bernegosiasi dengan pihak lain, kamu harus mengetahui syarat minimum yang harus kamu dapatkan setelah proses negosiasi selesai. Artinya, angka atau kondisi itulah yang harus kamu pertahankan mati-matian, tentunya dengan cara yang adil.

Bernegosiasi dengan baik membutuhkan evaluasi permulaan untuk mengetahui kondisi tersebut. JANGAN PERNAH melakukan negosiasi tanpa tahu angka atau kondisi apa yang harus kamu dapatkan. Jika sudah mengetahuinya, kamu akan tahu kapan akan berkata Ya atau Tidak terhadap segala kemungkinan yang terjadi.

Contohnya adalah seperti ketika ingin membeli daging di pasar tradisional. Uang yang kamu miliki adalah Rp. 100.000 dan kamu harus membeli 1 kg daging dan bumbu dapur lainnya. Namun, harga daging per kg adalah Rp. 100.000, yang berarti kamu harus menawar harga daging paling tidak Rp 90.000 agar masih mempunyai sisa uang untuk membeli bumbu dapur.

Jika penjual setuju dengan harga yang kamu tawarkan, negosiasimu berhasil. Jika penjual tidak mau menurunkan harganya, yang berarti tidak sesuai dengan angka minimum yang kamu inginkan, kamu bisa beralih pada penjual lainnya.

 

2. Jangan Lupakan Hal Detil Lainnya

Ketika bernegosiasi tentang sesuatu yang penting dengan pihak lain, terkadang seseorang melupakan hal-hal kecil yang berpotensi merugikan dirinya di kemudian hari. Hal-hal kecil tersebut mungkin akan sangat kamu sesali, walaupun kamu berhasil bernegosiasi dengan baik untuk mencapai apa yang kamu inginkan. 

Mari ambil contoh ketika kamu bernegosiasi dengan pihak HRD sebelum setuju dengan jumlah gaji yang mereka tawarkan. Yang kamu inginkan adalah gaji pokok sebesar Rp 10.000.000 per bulan. Setelah tawar menawar yang alot, dan kamu terlalu fokus hanya pada gaji pokok, kesepakatan pun terjadi dan kamu bekerja untuk mereka.

Namun, setelah kamu membaca ulang kontrak yang telah kamu tandatangani, ternyata jam kerja, jatah cuti dan tunjangan kesehatan yang mereka berikan sangat membebani kamu. Dan hal buruknya adalah kontrak kerja telah kamu tandatangani dan kamu mau tak mau harus mematuhi kontrak tersebut. Untuk itulah diperlukan fokus yang menyeluruh dalam sebuah proses negosiasi.

3. Pelajari Lawan Negosiasimu

Hal pertama yang harus kamu pahami adalah kedua belah pihak yang bernegosiasi sedang berusaha untuk mendapatkan kesepakatan terbaik untuk pihaknya. Dengan memahami kondisi tersebut, cobalah lihat melalui kacamata mereka akan apa yang mereka inginkan.

Jika kamu sudah memahami situasi yang mereka inginkan, artinya kamu sudah selangkah lebih maju untuk mendapatkan solusi yang menguntungkan.

4. Mengerti Situasi Jangka Panjang

Salah satu hal terpenting dalam bernegosiasi adalah memahami jangka waktu dalam bernegosiasi. Apakah negosiasi tersebut untuk jangka pendek atau jangka panjang? Jika yang kamu hadapi adalah situasi jangka pendek, mungkin negosiasi akan berlangsung lebih mudah.

Namun, bagaimana jika yang sedang kamu negosiasikan adalah untuk jangka waktu panjang? Tentu saja kamu harus lebih luwes dalam hal ini, karena tidak semua situasi ideal bisa kamu dapatkan, dan terkadang kamu harus bisa sedikit mengalah.

Misalnya saja perjanjian penyewaan ruang kantor. Pada situasi tersebut, kamu berhadapan dengan pihak pemilik aset. Jika kamu menawar tanpa perasaan, banyak situasi yang kemungkinan akan kamu hadapi selama jangka waktu penyewaan. Pelayanan yang kurang baik, penanganan komplain yang tidak cepat tanggap dan lain sebagainya. Oleh karena itu, perlu kamu bangun relasi yang baik dari awal perjanjian untuk menghindari hal-hal seperti itu.

5. Adil Dalam Berfikap

Hal terakhir yang harus kamu perhatikan untuk bisa bernegosiasi dengan baik adalah harga ide lawan bicaramu, apapun itu. Bersikaplah dengan adil dan bijak, dan jangan melampaui batas dalam bernegosiasi. Jika kamu melanggarnya, hal yang runyam mungkin akan terjadi.

Hindari berbohong atau menggunakan alasan palsu untuk mendapatkan keuntungan dari negosiasimu. Kepercayaan adalah sesuatu yang penting dalam suatu proses transaksi.

Kamu mungkin bisa berbohong dengan mengatakan kamu berasal dari keluarga yang miskin untuk mendapatkan beasiswa. Mungkin saja kamu akan mendapatkan beasiswa tersebut, karena awalnya tidak ketahuan. Tapi jika pemberi beasiswa kemudian tahu kebohonganmu, bisa saja beasiswamu dicabut dan kans untukmu mendapat beasiswa pada masa depan akan menjadi suram.

 

Tips 5 Cara Mudah Untuk Bernegosisasi

Lalu Apakah Bernegosiasi Itu Sulit??

Tenang saja, hal itu tidak sesulit yang kamu bayangkan. Inti dari semuanya adalah bagaimana kamu memahami apa yang kamu butuhkan, sampaikan dengan baik, serta berusaha untuk melihat dari “kacamata” lawan negosiasimu. Cukup mudah, bukan?

Ichsan
Kita tidak akan pernah tau sebelum kita melakukannya. ingatlah satu hal, usaha yang kita lakukan akan sebanding dengan hasilnya.

"Solution Analyst
Software Akuntansi Accurate"

About the author

Ichsan

Kita tidak akan pernah tau sebelum kita melakukannya. ingatlah satu hal, usaha yang kita lakukan akan sebanding dengan hasilnya.

"Solution Analyst
Software Akuntansi Accurate"

Leave a Comment