Ketika memulai startup kita dihadapkan pada banyak tantangan, salah satunya terkait pendanaan. Proses mendapat pendanaan ini sebenarnya cukup rumit dan membutuhkan kerja keras serta kesabaran. Salah satu hal tersulit dalam memperoleh modal untuk mengembangkan usaha adalah meyakinkan investor bahwa bisnis yang Anda. Dalam proses tersebut tentunya sering muncul pertanyaan-pertanyaan yang kadang sulit dijawab oleh seorang founder karena kurangnya persiapan. Jika ingin pengajuan proposal kamu diterima, Berikut ini 7 pertanyaan umum agar dapat memenangkan hati para investor! 

1) Apa Rencana Terbesar di Masa Depan Dengan Modal Yang Diberikan?

Tanpa membuat rencana masa depan, mustahil kamu akan mendapatkan kehidupan yang bahagia. Semuanya butuh rencana, oleh karena itu kami menyarankan agar kamu saat ini mulai menyusun beberapa rencana yang bisa membuat masa depan lebih pasti. Rencana besar juga di mata investor mengambil peran penting untuk melihat prospek di masa depan dengan investasi yang akan dilakukannya. Investor menghindari dan tidak akan menanamkan uangnya ke pelaku bisnis yang kurang mendatangkan profit bagi investor. Hingga pada akhirnya, pelaku usaha harus gigit jari tidak mendapatkan dana segar dari investor untuk membangun bisnis yang lebih besar. Pertanyaan ini harus mendapatkan porsi perhatian yang besar untuk menjelaskan secara detail dan runtut akan alur keuntungan, perputaran uang, penjualan, pertumbuhan, dan sistem bisnis (sistem pelaporan, sistem keuangan, sistem monitoring, dan sistem penjualan).

2.) Berapa Besar Pasar dan Potensinya Untuk Startup Kamu?

Sebelum memutuskan untuk membangun sebuah bisnis, seorang pembisnis biasanya akan mencari tahu apakah bisnis tersebut dapat memberikan prospek yang bagus atau tidak. Sebuah bisnis dengan prospek yang bagus pastinya akan lebih dipilih karena menjanjikan keuntungan yang besar. Tidak bisa dipungkiri, untung besar umumnya menjadi tujuan bagi sebagian besar orang yang membangun sebuah bisnis.

3.) Apa Strategi Kamu Dalam Mengembangkan usaha ini?

Pertanyaan ini sangat umum dilontarkan saat pitching ke investor. Mereka ingin tahu, apa visi misi Anda ke depan agar produk/jasa yang ditawarkan sesuai target?

Umumnya, para pelaku bisnis akan memulai menjelaskan dari segi audience dan strategi yang dipakai untuk merangkul pasar yang berpotensi tersebut.

Dengan trend digital sekarang ini, di mana pasar terbesar adalah penguna smartphone, Anda perlu memahami betul-betul teknik pemasaran lewat media sosial atau membuat website yang teroptimasisehingga memungkinkan perluasan pasar yang efektif.

4.) Berapa banyak uang yang dibutuhkan dan bagaimana menjadi profit?

Selaku investor pasti akan menekankan pada pertanyaan ini tentang banyaknya uang untuk melakukan serangkaian kegiatan bisnis dan juga keuntungan yang akan diperoleh.

Poin ini mengisyaratkan bahwa tiap pelaku usaha yang ingin mendapatkan sumber dana baru, tentu harus menguasai faktor-faktor yang berpengaruh pada segmen pasar di bisnis dan dapat mendulang profit sebesar-besarnya.

Perlu kreatifitas dan kredibilitas dalam menyiapkan jawaban untuk pertanyaan ini, agar investor yakin dan percaya dengan bisnis yang telah digeluti. Hingga pelaku usaha mendapatkan funding dari investor dan dapat pula mengembangkannya menjadi lebih maju dan besar.

Peluang mendapatkan kucuran dana untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja bisnis sangat besar. Fenox VC misalnya, telah berinvestasi pada 50 start up di Amerika, Jepang dan berbagai negara di Asia Tenggara. Dua tahun terakhir ini tengah menganalisa lebih dari 400 pebisnis Start Up di Asia Tenggara, semoga termasuk Anda salah satunya.

5.) Apa yang akan Anda lakukan dengan modal yang kami berikan?

Selaku pemberi dana, para investor pasti ingin tahu, untuk apa saja uang yang mereka pinjamkan.

Kesalahan umum yang fatal ketika pitching ke investor adalah ketika pemilik bisnis keliru memprioritaskan keperluannya.

Misalnya, belum-belum sudah merencanakan pembangunan kantor futuristik atau merekrut karyawan dengan gaji yang besar.

Para investor tentunya akan lebih tertarik bila Anda mampu menjelaskan bahwa modal tersebut akan digunakan se-efisien mungkin dengan impact yang besar.

Merekrut karyawan dengan jumlah yang besar pada tahap awal usaha Anda mungkin bukan cara yang tepat untuk berkembang.

Nah, itu sebagian pertanyaan dan jawaban yang saya rasa penting. Jika ada pertanyaan-pertanyaan lain mungkin nanti bisa ditambahkan. Kalau ada komentar silakan sampaikan juga.

Rendy
Halo Sobat Entrepreneur ,

Kenalin Nama Gw : Rendy Laksmana
Bekerja sebagai Consultan Analyst di Perusahaan Developer Sistem Akuntansi (Siap membantu Pengusaha dalam merapaikan transaksi dan laporan keuangan perusahaan) Free Konsultasi : 081296921270

"Sukses adalah dimana Persiapan dan Kesempatan bertemu "