5 Strategi Meningkatkan Profit Melalui Manajemen Persediaan

Written by Rini

Sering terjadi pada pengusaha-pengusaha yang sekiranya membuat mereka tidak mengerti tapi masalah ini malah membuat mereka terbelit cost yang cukup tinggi, yaitu masalah persediaan.

5 langkah praktis untuk meningkatkan profit dengan manajemen persediaan yang expert. Kebanyakan orang mengabaikan hal ini yang justru menjadi masalah.

Pengusaha mengira bahwa ketika mereka membeli barang dengan harga murah dan membeli barang sebanyak mungkin mengasumsikan bahwa akan mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda. Kondisi seperti itu benar akan terjadi keuntungan jika barang tersebut langsung dijual, tapi masalahnya ketika beli barang yang berlebihan lalu menimbulkan penimbunan barang di gudang yang terjadi bukannya untung malah rugi.

 

Banyak sekali pengusaha menyimpan barang tapi tidak tahu apakah barangnya sudah laku atau bahkan barangnya sudah bertahun-tahun yang lalu ternyata masih ada, yang terjadi barangnya akan rusak. Sebagai pebisnis ketika barang berada di gudang lebih lama, maka Anda merugi 1% dalam sebulan.

Bagaimana caranya bisa memanage persediaan barang di gudang dapat menghasilkan profit yang lebih berlipat untuk perusahaan ?

1. Memiliki Buffer Stock

Buffer Stock : jumlah minumun barang yang ada di gudang. Misalkan barang A memerlukan waktu seminggu agar sampai di gudang, sedangakn selama 1 minggu rata-rata menjual 1000pcs, ketika seperti itu berarti minimal 1000pcs adalah buffer stock gudang. Nah buffer stock akan membantu untuk memanage persediaan agar tidak terlalu lama di gudang namun tetap memiliki persediaan barang untuk dijual

2. Atur Stok Barang

Kita harus tau bagaimana caranya barang tidak terlalu lama digudang dan mengatur posisi barang mana yang perlu keluar lebih dulu. Atur barang menggunakan rak susun agar lebih mudah dicari, mudah di pindahkan, tidak hanya ditumpuk-tumpuk.

3. Cari Supplier yang Bisa Memberikan Termin Lebih Panjang

Jarang supplier memberikan termin yang lama, biasanya hanya seminggu ataupun sebulan. Peran Anda sebagai negosiator diperlukan dalam hal ini, tentu tak lepas dari kepercayaan supplier. Semakin sering Anda repeat order, supplier akan semakin percaya dengan Anda.

4. Piutang Usaha

Sebelumnya membahas hutang usaha kepada supplier. Point ini perlu dicermati, jika Anda memiliki hutang supplier 3 bulan, jangan memberikan hutang kepada customer 5 bulan, ini malah membuat rugi arus kas tidak lancar. Jika Anda mempunyai hutang kepada supplier 3 bulan, maksimal Anda juga memberikan hutang kepada customer 3 bulan. Pastikan customer Anda membayar hutang lebih cepat.

5. SALE / Keluarkan Barang Mati

Ketika Anda memiliki barang yang cepat berubah seperti fashion (baju, celana, sepatu, dsb) barang di gudang masih banyak lalu menunjukan bahwa barang tersebut sudah tidak bisa dijual, maka yang perlu Anda lakukan adalah SALE sehingga barang tersebut bisa keluar. Meskipun harganya diturunkan cukup jauh tapi masih BEP atau masih untung sedikit tak masalah, yang penting barang bisa keluar tidak sampai jadi stok yang benar-benar mati.

Itulah 5 strategi yang bisa Anda terapkan untuk mengubah barang yang hampir destock namun tetap dapat menghasilkan profit.

Jika Anda memiliki kendala lain dalam perusahaan. Anda dapat mengikuti event di bawah ini :

Rini on Instagram
Rini
Content Creator

Pendorong terkuat adalah pikiran. Hati-hati dengan pikiran. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki, percaya deh :)

Mari kita berteman
instagram @riniisaputrii

About the author

Rini

Content Creator

Pendorong terkuat adalah pikiran. Hati-hati dengan pikiran. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki, percaya deh :)

Mari kita berteman
instagram @riniisaputrii

Leave a Comment