5 Tips Mengapa Kurang Maksimalnya Kinerja Karyawan Di Perusahaan

Written by Ichsan

5 Tips Mengapa Kurang Maksimalnya Kinerja Karyawan Di Perusahaan

Hallo Guyss kita kembali lagi dengan topik pembahasan kali ini adalah tentang berbagi tips mengapa kurang maksimalnya kinerja karyawan di perusahaan. Kita tahu bahwa tidak semua orang mencintai pekerjaan atau tempat bekerjanya. Namun, bila Kita mencoba bertahan dan menganggap wajar semua hal buruk terjadi, kita justru berpotensi mengalami stres dan ini akan terbawa kepada aspek kehidupan lainnya. Artikel ini saya akan membahas beberapa hal yang dapat menyebabkan karyawan Anda bahkan kita sendiri bisa stres di perusahaan . Sadar atau tidak, mungkin beberapa hal di bawah ini pernah atau sedang Anda alami.

Biasanya apasih penyebab atau ciri ciri hal yang bisa menyebabkan kita bisa stres di perusahaan ?? salah satunya sebagai berikut :

1. Atasan yang "penuntut"

Untuk menghindari kurang maksimalnya kinerja karyawan di perusahaan, Anda bisa menilai positif bagaimanapun cara atasan menuntut kualitas kerja. Hindari perasaan merasa gagal dalam menjadi pegawai, karena itu akan membuat Anda kian merasa stres.

2. Konflik dengan rekan kerja

Ketidak cocokan dalam bekerja rentan menimbulkan konflik antar pegawai. Konflik berkelanjutan jelas membuat stres dan tidak optimal dalam bekerja. Solusi dalam hal ini, cobalah tidak membawa sentimen pribadi dalam menjalankan aktivitas kerja di kantor. Sugestikan diri bahwa Anda memiliki kewajiban memberi potensi terbaik dalam bekerja untuk menghidupi perekonomian Anda.

3. Beban kerja

Selain beban kerja, hal tersebut dapat membuat jam kerja lebih panjang daripada biasanya. Tentunya hal tersebut dapat memicu stres. Pola hidup karyawan juga akan menjadi tidak teratur, dan ini ada kaitannya dengan pola makan, jatah waktu untuk berolahraga, jatah waktu untuk refreshing di luar jam kantor dan di akhir pekan. Semuanya dapat membuat Anda bekerja kurang optimal dari sebelumnya, dan selanjutnya hal tersebut berkaitan dengan bagaimana atasan menilai pekerjaan Anda. Nilai buruk dari atasan tentu menambah deretan pemicu stres di lingkungan pekerjaan.

Baca Juga : Cara Mengolah Pembukuan Keuangan Bagi Perusahaan Yang Benar

Nah dari contoh ciri ciri tersebut adalah sebagian kecil dari penyebab yang bisa membuat kurang maksimalnya kinerja karyawan di perusahaan. Lalu Bagaimana cara mengehapinya??

Langkah 1: Kenali dan pahami akar masalah/penyebabnya

Sebelum membuat rencana untuk mengatur dan mengubah karyawan yang berkinerja buruk tersebut, Anda harus mendekati karyawan Anda untuk mengenali dan memahami akar masalahnya. Untuk melakukan hal ini, Anda sebelumnya harus mengumpulkan semua bukti dan fakta sebelum berbicara dengan karyawan, untuk menegaskan alasan Anda beranggapan bahwa mereka memiliki kinerja yang buruk.

Ketika mendekati karyawan Anda, pastikan bahwa Anda menjaga profesionalisme Anda dan sebisa mungkin bersikap tenang. Hindari semua konfrontasi yang emosional. Kemukakan alasan Anda yang menyebabkan Anda berpikir bahwa ia memiliki kinerja buruk dan tunjukkan temuan-temuan Anda.

Setelah pesan Anda jelas, mulailah bertanya apakah karyawan tersebut sedang memiliki kesulitan. Pertimbangkan faktor-faktor seperti masalah kehidupan pribadi, penyakit, tingkat stress atau kesehatan mental karyawan tersebut atau bahkan faktor-faktor yang mungkin berasal dari tempat kerja seperti bullying atau perlakuan menyimpang lainnya dari orang-orang di tempat kerja.

Langkah 2: Perjelas ekspektasi Anda dan diskusikan hal-hal yang dapat memotivasinya 

Ketika Anda sudah mengetahui akar masalahnya, Anda dapat membantu dengan mencarikan solusi untuk masalah karyawan Anda. Hal ini mungkin sulit dilakukan bergantung pada kompleksitas dari akar masalah yang ada. Akan tetapi, karyawan Anda akan merasa terbantu ketika mengetahui bahwa Anda dan pihak manajemen benar-benar peduli pada mereka, terlepas dari kinerja mereka yang buruk.

Di saat itulah Anda juga bisa melihat apakah karyawan Anda memahami apa yang diharapkan darinya. Terkadang, karyawan bekerja dengan buruk hanya karena mereka tidak yakin tentang batasan-batasan dan apa yang diharapkan dari pekerjaan mereka.

Pada saat yang sama, Anda mungkin juga ingin tahu hal apa yang memotivasi mereka sehingga Anda dapat membantu meningkatkan kinerja mereka. Jika memungkinkan, gunakan hal yang memotivasi mereka sebagai hadiah atau penghargaan jika mereka berhasil meningkatkan kinerja mereka.

Langkah 3: Buatlah Rencana untuk Peningkatan Kinerja Karyawan (Performance Improvement Plan)

Berikutnya, Anda sebaiknya membuat rencana untuk meningkatkan kinerja karyawan (PIP) sesuai dengan informasi yang telah Anda kumpulkan dari pertemuan/diskusi dengan para karyawan dengan kinerja buruk tersebut. PIP, yang juga disebut sebagai Performance Action Plan (PAP), merupakan sebuah rencana tindakan yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja para karyawan berkinerja buruk dengan harapan bahwa akan ada perubahan.

Disarankan bagi para professional HR dan manajer terkait untuk mengevaluasi dan mengembangkan perencanaan ini bersama-sama. Idealnya, PIP seharusnya diberikan secara tertulis untuk para karyawan tersebut dan diterima oleh mereka bahkan sebelum perencanaan dimulai. PIP sebaiknya mencakup objektif/tujuan yang spesifik dan terukur (specific, measurable, achievable, realistic, and time-frame-based (SMART)). Selain itu, buatlah sistem penghargaan yang akan diberikan jika kinerja karyawan yang bersangkutan telah meningkat sekaligus sanksi yang akan diberikan jika kinerja karyawan yang bersangkutan tetap tidak meningkat.

Langkah 4: Latih, pantau, dan beri masukan 

Ketika perencanaan sudah ditetapkan, kedua belah pihak (pemilik perusahaan dan karyawan) sebaiknya secara teratur memantau kemajuan apakah sudah sesuai dengan tujuan/objektif dari PIP. Selalu berikan kesempatan bagi karyawan untuk bertanya dan mendapatkan bimbingan untuk menghadapi hambatan yang timbul selama PIP. Berikan masukan secara teratur untuk karyawan Anda, baik mingguan, dua mingguan, atau bulanan, untuk memastikan bahwa mereka berada di jalur yang benar dan untuk menghadapi masalah yang muncul sehari-hari.

Langkah 5: Hargai peningkatan yang ada

Manajer yang hebat tahu kapan harus memberi penghargaan untuk karyawan. Dalam kasus ini, penghargaan dapat sangat dihargai oleh karyawan dengan kinerja buruk yang telah berusaha membuat peningkatan. Jangan pernah meremehkan kekuatan pujian dan ucapan terima kasih yang sederhana untuk para karyawan Anda. Memuji dan memberi penghargaan untuk karyawan Anda membawa pengaruh baik tidak hanya untuk para karyawan tersebut akan tetapi juga untuk semua bagian perusahaan karena hal ini menunjukkan bahwa Anda memperhatikan kerja keras mereka dan menjadi motivasi untuk mereka.

Baca Juga : Tips Berhemat Bagi Startup di Tahun Pertama

Bagaimana jika tetap tidak ada peningkatan kinerja?

Usaha Anda dalam mengubah para karyawan dengan kinerja buruk ini akan berakhir dengan tiga cara; baik dengan meningkatnya kinerja mereka, yang berarti bahwa rencana Anda sukses, atau tidak ada perubahan apapun, atau lebih buruk lagi, kinerja mereka menjadi semakin memburuk. Tidaklah mudah untuk mengubah mereka karena hal ini juga memerlukan tingkat komitmen yang sama dan keinginan untuk meningkatkan diri mereka sendiri.

Akan tetapi, terkadang ada waktu dimana usaha-usaha kita tidak berhasil sebagaimana seharusnya, tidak peduli seberapapun Anda telah berusaha untuk mempertahankan mereka di perusahaan. Oleh karenanya, Anda juga sebaiknya siap mental untuk membiarkan mereka pergi walaupun langkah ini sebaiknya selalu menjadi solusi terakhir.

Ichsan
Kita tidak akan pernah tau sebelum kita melakukannya. ingatlah satu hal, usaha yang kita lakukan akan sebanding dengan hasilnya.

Solution Analyst
Software Akuntansi Accurate

About the author

Ichsan

Kita tidak akan pernah tau sebelum kita melakukannya. ingatlah satu hal, usaha yang kita lakukan akan sebanding dengan hasilnya.

Solution Analyst
Software Akuntansi Accurate

Leave a Comment