Dalam perjalan sebuah bisnis, siklus akuntansi amat penting keberadaannya. Siklus akuntansi ada 6 tahapan yang dibuat untuk menyelesaikan keseluruhan data akuntansi secara manual. Dalam prakteknya, terdapat siklus akuntansi dagang dan siklus akuntansi jasa. Namun keduanya tak berbeda jauh karena keduanya menghasilkan angka penjualan. Yang membedakan dari keduanya hanyalah kegiatan usaha serta produk yang dihasilkan. Dua perbedaan tersebutlah yang berpengaruh pada lembar kerja yang digunakan oleh masing – masing badan usaha untuk membuat siklus akuntansi bisnisnya.

Umumnya lembar kerja untuk siklus akuntansi jasa lebih sederhana dibandingkan dengan siklus akuntansi barang atau manufaktur lain. Misalnya saja, pada lembar kerja siklus akuntansi jasa, pemilik badan usaha mencatat jumlah pendapatan dan transaksi penjualan, sedangkan untuk siklus akuntansi dagang, pemilik tak hanya mencatat transaksi penjualan saja namun juga mencakup akun penjualan, harga pokok dan persediaan dan harga pokok penjualan.

Meski memiliki sedikit perbedaan dalam mencatat lembar kerjanya, baik siklus akuntansi barang maupun jasa keduanya memiliki tahapan membuat siklus akuntansi yang relatif sama. Berikut keenam tahapan pembuatan siklus akuntansi bisnis

Tahapan Siklus Akuntansi Bisnis

  • Pencatatan dan Pengelompokkan Data

Tahapan pertama dalam pengerjaan tahapan siklus Akuntansi bisnis jasa adalah melakukan pencataan dan pengelompokkan data. Pencatatan dan pengelompokkan data mengumpulkan data – data valid serta akurat mengenai keuangan. Contoh dari data tersebut diambil dari nota pembelian serta kuitansi penjualan dan sebagainya. Catat semua transaksi uang masuk dan keluar dar nota pembelian dan kuitans penjualan dari jurnal umum ke buku besar.

Ketika dipindahkan ke buku besar, golongkan data transaksi berdasarkan nomor, tanggal, nama dan jenis transaksi dan sebagainya. Dengan pengelompokkan data seperti itu, seluruh catatan transaksi di jurnal tersebut akan langsung menunjukkan saldo masing – masing kas masuk dan keluar.

  • Penyusunan Neraca Saldo

Penyusunan neraca saldo ini adalah untuk memproses input data yang berasal dari jurnal umum ke dalam buku besar. Dalam proses ini, dipastikan seluruh nilai data dipastikan kebenaran, dan dapat dicek dari jumlah debit dan kredit yang telah seimbang. Itulah tujuan penyusunan neraca saldo, untuk mengidentifikasi jumlah saldo yang berebda (jika ada).

  • Penyusunan Jurnal Penyesuaian

Setelah menyusun rencana saldo, tahap selanjutnya adalah mengoreksi serta menyesuaikan data catatan dengan data aslinya. Pada tahapan jurnal ini dilakukan jika ada transaksi yang mempengaruhi nilai di akun – akun perusahaan, misalnya uang sewa yang ternyata belum dilunasi, biaya penyusutan alat dam sebagainya.

Dengan adanya transaksi – transaksi tersebut, tentunya nominal atau nilai akun berubah otomatis. Sehingga penyesuaian nilai dalam jurnal dilakukan dengan mengurangi atau menambahkan transaksi – transaksi tersebut di jurnal penyesuaian sehingga neraca saldo kembali seimbang.

  • Penyusunan Neraca Lajur

Umumnya, neraca lajur ini berdasarkan pada neraca saldo dan juga neraca penyesuaian. Setelah kedua neraca tersebut dibuat, barulah neraca lajur bisa dibuat. Hasil dari penyusunan neraca lajur ini akan menghasilkan informasi dalam bentuk laporan laba rugi dan neraca. Laporan laba rugi dan neraca tersebut menjadi landasan laporan keuangan. 

  • Penyusunan Laporan Keuangan

Penyusunan laporan keuangan mulai dilakukan setelah neraca lajur selesai disusun. Dalam penyusunan laporan keuangan nanti akan terbagi menjadi 3 laporan yaitu laporan laba rugi, laporan neraca serta laporan perubahan modal.

Laporan laba rugi berisi laporan perhitungan semua pendapatan serta biaya perusahaan. Setelah laporan tersebut di rekap, akan diketahui apakah perusahaan tersebut mengalami untung atau rugi. Selain itu, laporan keuangan berisi neraca yang berisikan laporan semua keuangan perusahaan yang meliputi segala total utang piutang, aset serta modal di periode akuntansi tertentu. Yang terakhir adalah perubahan modal yang menyajikan segala perubahan nominal serta posisi modal perusahaan tersebut.  

  • Penyusunan Jurnal Penutup dan Jurnal Pembalik

Setelah semua tahapan mulai dari pengelompokan data hingga penyusunan laporan keuangan dilakukan, hal selanjutnya adalah menyusun jurnal penutup serta jurnal pembalik. Di akhir periode laporan akuntansi, sebuah bisnis (termasuk bisnis jasa) idealnya memang di tutup dengan jurnal penutup untuk akun – akun nominal sementara. Akun – akun nominal tersebut termasuk akun pendapatan, biaya/ beban serta akun laba dan rugi.

Selain jurnal penutup ada juga jurnal pembalik sebagai tahapan siklus akuntansi perusahaan jasa. Jurnal pembalik ini disusun dan ditulis di awal periode siklus akuntansi yang baru. Dengan jurnal pembalik tersebut, pemilik bisnis akan lebih mudah untuk menyesuaikan akun – akun yang telah dibuat di akhir periode dengan periode yang baru.

Pentingnya Membuat Siklus Akuntansi

Keenam tahapan dalam siklus akuntansi tersebut sangat membantu untuk menganalisa dan melacak semua transaksi finansial di suatu perusahaan. Manajer menggunakan informasi catatan akuntansi yang telah di sajikan dalam bentuk laporan keuangan untuk mengambil segala keputusan yang terkait dengan masalah finansial, menyesuaikan anggaran hingga mempersiapkan segala dokumen terkait finansial. 

Selain itu, berikut beberapa alasan pentingnya mempraktekkan tahapan siklus finansial untuk suatu bisnis:

  1. Proses Akuntansi

Dalam melakukan proses akuntansi, segala transaksi finansial harian harus ditulis di jurnal – jurnal yang berbeda. Misalnya saja jurnal pencatat penjualan maupun pembelian dan sebagainya.

  1. Penyesuaian

Sebuah siklus akuntansi memungkinkan akuntansi finansial sebuah bisnis dapat disesuaikan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan pemerintah dan pajak yang berlaku. Sebagai suatu bisnis yang berkembang, pemerintah mengharuskan pemilik bisnis untuk memasukkan hasil serta bukti pembayaran pajak yang ditetapkan sesuai dengan penghasilan perusahaan tersebut.

  1. Efisiensi

Untuk kebutuhan akuntansi dalam sebuah bisnis, siklus akuntansi memungkinkan permodelan prosedur dan proses pencatatan segala hal yang berkaitan dengan akuntansi yang efisien.

  1. Analisa Internal

Sebuah bisnis perlu dilakukan analisa internal serta eksternal untuk melakukan pengecekan perkembangan bisnis. Apa saja yang mempengaruhi perfoma suatu bisnis, termasuk pengaruh yang dari internal ini. Beberapa langkah untuk melakukan analisa internal adalah melakukan analisa, mendokumentasikan dalam bentuk jurnal dan mencatat segala transaksi yang ada.

  1. Management Waktu

Dengan mempraktekkan siklus bisnis, pemilik bisnis dapat menetapkan jadwal atau pengaturan waktu kapan laporan keuangan dapat di cek secara berkala.

  1. Dasar untuk Pengambilan Keputusan

Pihak manajemen atau manajer suatu perusahaan dapat melihat laporan keuangan atau akuntansi untuk dijadikan landasan sebelum mengambil keputusan apapun yang berhubungan dengan finansial.

  1. Pengambilan Keputusan Investasi

Dengan adanya laporan keuangan, para investor dapat melihat perkembangan suatu perusahaan sesuai dengan naik turunnya nominal keuangan di laporan akhir keuangan/ akuntansinya. Sehingga hal ini sangat berpengaruh apakah investor akan melirik bisnis tersebut atau tidak.

  1. Acuan Bank dalam Melihat Laporan Keuangan

Selain berguna untuk laporan ke dinas perpajakan, laporan akuntansi atau keuangan sebuah bisnis dapat menjadi acuan pihak bank untuk melihat kondisi finansial perusahaan/ bisnis tersebut.

Anda perlu membuat laporan keuangan dalam sebuah bisnis. Accurate Online merupakan software akuntansi online yang memudahkan Anda mengelola keuangan bisnis. Dapatkan kemudahan untuk mengetahui laporan keuangan bisnis tanpa membutuhkan banyak waktu. Infomasi lebih lanjut tentang Accurate Online di sini.

Nova