Beberapa Konflik Di Tempat Kerja Dan Solusinya

Beberapa Konflik Di Tempat Kerja Dan Solusinya
Written by Ichsan

Sebagai seorang karyawan, umumnya Anda menghabiskan sekitar 8 jam untuk bekerja. Suka atau tidak suka, sejumlah masalah akan muncul saat Anda bekerja.

Tentunya,  setiap masalah tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Mengapa? Ketika Anda membiarkannya, akan timbul masalah-masalah baru sehingga Anda terjerembab pada kubangan masalah.

Jangan khawatir jika Anda tidak tahu akan solusi masalah yang sedang Anda hadapi. Berikut 7 contoh masalah di tempat kerja lengkap dengan solusi cerdasnya.

1. Kewalahan Menangani Pekerjaan

tempat kerja dan solusi

Pada suatu titik beban pekerjaan Anda terasa meningkat secara drastis dari sebelumnya. Kemudian Anda mulai kewalahan untuk membagi-bagi waktu untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan tersebut. Bahkan, sekadar ke toilet pun rasanya Anda tidak memiliki waktu dan membuat Anda stres.

Solusi:

Jika hal ini terjadi, sebaiknya Anda berbicara dengan manajer Anda mengenai beban pekerjaan yang dirasa terlalu berat. Pilih waktu yang tepat untuk berbicara dengan manajer Anda, usahakan tidak di jam-jam sibuk dan dengan janji sebelumnya.

Jelaskan baik-baik bahwa Anda merasa kewalahan dengan limpahan pekerjaan yang tidak terbayangkan tersebut dan jelaskan mengapa.

Misalnya Anda menangani pekerjaan yang tahun ini telah berkembang sehingga ada dua kali lipat pekerjaan yang harus ditangani dibandingkan dengan tahun sebelumnya, atau Anda masih memegang tanggung jawab orang-orang yang resign dari kantor namun tidak juga memiliki pengganti.

Penjelasan kepada manajer Anda ini penting, karena mereka terkadang luput dengan adanya lebih banyak tanggung jawab. Namun, jangan lupa pula untuk memberikan opsi solusi, seperti misalnya Anda dapat melakukan pekerjaan A dan B, namun tidak jika ditambah dengan C.

Namun jika pekerjaan C ternyata lebih krusial, Anda dapat mengajukan seseorang lainnya untuk mengerjakan pekerjaan tersebut dibawah pengawasan Anda.

Hal ini berguna jika manajer Anda tidak cukup membantu dalam menentukan prioritas sehingga Anda dapat mengajukan hal yang menurut Anda memang patut diprioritaskan.

2. Bos Anda Resign atau Dipecat

Beberapa Konflik Di Tempat Kerja Dan Solusinya

Suatu ketika Anda dikejutkan dengan keluarnya bos Anda dari perusahaan. Kemudian dalam sesaat Anda kehilangan bos yang memastikan setiap project yang Anda kerjakan sukses.

Anda khawatir pengganti bos Anda tidak memiliki visi yang sama atau sesederhana tidak mudah diajak bekerja sama seperti bos Anda yang keluar perusahaan.

Solusi:

Tetaplah tenang. Bos Anda yang baru bisa jadi tidak seburuk itu dan bahkan mungkin sama baiknya dengan bos yang lama. Atau, mungkin di awal-awal waktu Anda butuh penyesuaian untuk bekerja dengan bos yang baru, namun mungkin hanya diperlukan waktu untuk beradaptasi sampai Anda benar-benar mengenalnya.

Hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah menyingsingkan lengan dan mulai mencoba menjaga agar departemen bagian Anda bekerja tetap berjalan walaupun dengan pelan, sehingga bermanfaat pula untuk pembuktian diri Anda memiliki keahlian organisasi yang baik serta nantinya dapat meningkatkan reputasi Anda.

Cobalah bertindak sebagai sumber daya yang sangat membantu bagi manajer baru, dan tahan diri Anda untuk menghakimi gayanya bekerja serta kompetensinya sampai manajer baru tersebut sudah mengerti posisinya. Tentunya Anda juga tidak ingin dihakimi berdasarkan pekerjaan Anda di minggu-minggu pertama

3. Pekerjaan di Luar Ekspektasi

Beberapa Konflik Di Tempat Kerja Dan Solusinya

Masalah di tempat kerja yang bisa menimpa siapa pun adalah pekerjaan yang tidak sesuai dengan ekspektasi Anda saat melamarnya. Misalkan pada tahap rekrutmen Anda ingin ditempatkan di bagian penjualan, namun berakhir dengan mengatur spreadsheets setiap harinya.

Solusi:

Bicarakan dengan bos Anda. Katakan sewaktu Anda direkrut untuk perusahaan Anda, pembicaraan mengenai pekerjaan yang dilakukan 90% berbeda dengan kenyataan di lapangan. Dapatkah dibicarakan ulang mengenai perubahan ini dan apakah ada cara untuk Anda mendapatkan pekerjaan sepeti yang awalnya dibicarakan?

Pastikan Anda mengatakannya dengan nada tenang dan kolaboratif, bukan frustasi dan marah. Hal ini akan membuat reputasi Anda lebih sebagai problem-solver, bukan complainer.

Mungkin Anda akan mendengar pekerjaannya memang sudah diubah dan tidak ada hal lain yang bisa dilakukan, namun bisa jadi pula sebaliknya, manajer Anda memikirkan ulang mengenai pekerjaan yang seharusnya Anda lakukan.

Apa pun yang terjadi, setelah percakapan berakhir Anda akan lebih memiliki gambaran yang jelas mengenai ekspektasi manajer di masa mendatang dan dapat membuat keputusan sebaik mungkin.

4. Konflik dengan Rekan Kerja

 

Konflik dengan rekan kerja selalu ada di setiap perusahaan karena setiap karyawan berbeda karakter. Sebagai contoh, Anda sudah mencoba sebaik mungkin untuk berlaku baik, namun hanya dengan satu rekan kerja ini, setiap perdebatan akan berakhir rumit dan menghambat sebuah proyek terlaksana tepat waktu.

Mengingat Anda bertemu dengan rekan kerja ini sepertiga hari setiap hari kerja, sebetulnya Anda juga menginginkan relasi yang harmonis.

Solusi:

Hilangkan ego Anda. Anda tidak harus menyukai rekan kerja tersebut, tidak harus memenangkan setiap perdebatan, namun Anda harus selalu dapat bekerja sama denngannya. Ingatlah bahwa kalian ada di bawah satu perusahaan yang sama.

Tetaplah bersikap baik walau Anda merasa itu tidak akan mencairkan suasana. Tanyakan pada diri Anda, apakah ada sesuatu mengenai rekan kerja tersebut yang anda kagumi dan dapat Anda puji? Adakah suatu masalah yang barangkali dapat dibantu dengan nasihat rekan kerja tersebut?

Namun jika memang tidak ada, mungkin memang perilaku rekan kerja tersebut menyebalkan, dan tidak ada yang dapat mengubahnya kecuali dirinya sendiri. Pikirkan saja cara agar Anda tidak terganggu dengan rekan kerja menyebalkan tersebut dan lebih fokus pada pengembangan diri sendiri.

5. Bos Tidak Melihat Hal yang Telah Anda Kerjakan

Anda sudah bekerja mati-matian untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau memenangkan hati para klien pula. Namun, tampaknya bos Anda tidak melihat bahwa peningkatan yang baik tersebut adalah berkat usaha keras Anda.

Solusi:

Hal yang sangat lumrah jika bos Anda ingin mengetahui pencapaian Anda, namun, realitanya sangat sedikit yang dapat mengetahui dengan sendirinya. Anda tidak dapat duduk diam dan mengharapkan bos Anda memuji keberhasilan Anda.

Cobalah sedikit menyinggung hal-hal yang telah Anda kerjakan yang menurut Anda adalah sebuah pencapaian besar. Ceritakan pengalaman klien yang puas dengan pekerjaan Anda di minggu lalu, sehingga bos Anda lebih menyadari bahwa ia memiliki karyawan yang cerdas dengan berbagai pencapaian.

Tentunya lakukan dengan penuh kesederhanaan, dan tetap ingat Anda tidak memerlukan pujian untuk setiap hal kecil yang Anda lakukan.

6. Membuat Kesalahan Fatal

Setiap manusia dapat membuat kesalahan, tak terkecuali di tempat kerja. Anda tidak sengaja membuat kesalahan yang sangat fatal dan membahayakan citra perusahaan.

Solusi:

Cepat-cepat informasikan kesalahan Anda kepada bos Anda. Jangan sampai bos Anda mendengar dari pihak lain karena nantinya Anda akan dianggap sebagai orang yang tidak bertanggungjawab.

Jelaskan Anda merasa sangat bersalah dengan kesalahan yang Anda buat, katakan Anda mengerti impact dari perbuatan Anda terhadap citra perusahaan. Kemudian jelaskan bagaimana Anda dapat meminimalkan efeknya, serta memastikan agar kesalahan tersebut tidak terulang.

7. Rekan Kerja Mengakui Hasil Pekerjaan Anda Sebagai Idenya

Masalah ini memang sangat menyebalkan. Sebagai contoh, presentasi yang telah Anda buat semalam suntuk diambil alih oleh rekan kerja Anda.

Anda tidak mengerti apakah ini sebuah kesengajaan atau tidak, namun ia jelas-jelas tidak menyebut Anda sebagai pencetus ide.

Solusi:

Bicara! Jadilah lebih proaktif saat mengklaim hasil pekerjaan Anda sebelum rekan kerja Anda berhasil mencurinya, yang kemudian dapat membuat bos Anda bertanya-tanya apakah Anda bekerja atau tidak.

Anda bisa juga menambahkan setelah rekan kerja tersebut mengambil ide Anda, bahwa Andalah yang pertama kali menuliskan analisis dan rekomendasi, dan tanya kembali jika ada peserta rapat yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

Ichsan
Kita tidak akan pernah tau sebelum kita melakukannya. ingatlah satu hal, usaha yang kita lakukan akan sebanding dengan hasilnya.

Solution Analyst
Software Akuntansi Accurate

About the author

Ichsan

Kita tidak akan pernah tau sebelum kita melakukannya. ingatlah satu hal, usaha yang kita lakukan akan sebanding dengan hasilnya.

Solution Analyst
Software Akuntansi Accurate

Leave a Comment