Saat Anda memiliki bisnis dan bisnis tersebut sudah mulai berkembang hingga besar, tentunya Anda juga akan lebih banyak masalah keuangan di dalamnya. Apalagi laporan keuangan selalu dibutuhkan untuk syarat bekerjasama dengan pihak luar seperti dengan perusahaan lain. Apalagi jika Anda memiliki UMKM.

Nah, lalu bagaimana sih caranya membuat laporan keuangan bagi bisnis UMKM? Sebelum membuatnya, maka Anda harus mengetahui dulu beberapa hal di bawah ini.

Kenali Cara dalam Membuat Laporan Keuangan yang Sederhana

Laporan keuangan adalah suatu alat ataupun sarana yang banyak digunakan oleh perusahaan untuk berkomunikasi dengan perusahaan lainnya seperti untuk urusan kerjasama. Pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan perusahaan Anda seperti:

  • Pemilik perusahaan
  • Investor
  • Bank
  • Kreditur
  • Pemerintah
  • Dan pihak lainnya

Meskipun kepentingan masing-masing mereka berbeda, akan tetapi mereka memiliki harapan yang sama yaitu bisa mendapatkan informasi dari laporan keuangan perusahaan Anda. Karena begitu pentingnya kegunaan laporan keuangan baik di sisi internal ataupun eksternal, maka ada banyak pihak yang akan selalu membutuhkannya. Hanya dengan laporan keuangan tersebut mereka akan tahu bagaimana kondisi perusahaan Anda.

Dengan tahu tentang kondisi perusahaan Anda, maka mereka bisa mengambil keputusan terbaiknya terkait perusahaan yang berhubungan. Akuntansi umunya dikenal dengan proses pencatatan, pengelompokkan serta pelaporan dari seluruh transaksi keuangan. Proses itu dinamakan siklus akuntansi atau juga pembukuan.

Proses pembukuan tersebut selalu dikerjakan di setiap periode tertentu saja yakni tergantung dari kondisi perusahaan Anda. Periode pembukuan bisa Anda lakukan pada setiap:

  • 1 bulan sekali untuk laporan keuangan perusahaan setiap satu bulan
  • 1 tahun sekali sebagai laporan keuangan perusahaan selama satu tahun

Biasanya kegiatan tersebut akan dilakukan oleh seorang akuntan perusahaan. Sedangkan standar akuntansi keuangan untuk entitas tanpa akuntabilitas publik atau SAK ETAP itu ketetapan yang telah ada sejak oleh Ikatan Akuntan Indonesia atau IAI serta telah diterbitkan pada 17 Juli 2009 dan berlaku secara efektif sejak tanggal 1 Januari 2011.

Standar ini sengaja dibuat bagi pengusaha kecil menengah (UKM) yang mau memakai laporan keuangan guna menyediakan berbagai informasi. Mulai dari kinerja keuangan, posisi keuangan, laporan arus kas dan lainnya. Nah, di dalam SAK ETAP pada 2009 yang telah ditetapkan IAI, maka laporan keuangan yakni “bagian dari suatu proses pelaporan keuangan dan juga laporan keuangan secara lengkap yang meliputi neraca, laporan perubahan ekuitas, laporan laba rugi, laporan arus kas serta catatan atas laporan keuangan.”

  1. Neraca

Neraca keuangan yang pada prinsipnya ditujukan guna mengetahui bagaimana posisi dari keuangan suatu perusahaan maupun suatu usaha di dalam periode-periode tertentu. Neraca adalah suatu bagian dari laporan keuangan yang biasanya dibuat dalam jangka waktu setahun sekali. Di samping itu, mereka juga memiliki peran yang sangat diperlukan guna mengetahui bagaimana nilai dari suatu perusahaan sesudah menjalankan berbagai macam aktivitas yang erat kaitannya dengan keuangan.

Jadi, pada intinya bertambah atau berkurangnya nilai dari suatu perusahaan tergantung dari adanya berbagai jenis transaksi. Neraca ini punya beberapa unsur yang bisa dibagi ke dalam tiga jenis yaitu harta, model dan juga kewajiban.

  • Harta merupakan seluruh kekayaan yang dimiliki oleh UKM sendiri yang terdiri dari harta tetap, harta lancar, dan juga harta tidak berwujud contohnya hak paten, merek dagang dan lain-lain.
  • Modal adalah selisih antara keduanya yakni harta setelah dikurangi hutang
  • Kewajiban meliputi utang jangka panjang serta utang lancar
  1. Laporan Laba Rugi

Sesuai dengan namanya, maka laporan laba rugi ini akan memuat laporan laporan terkait selisih pendapatan yang sudah dikurangi dengan beban maupun biaya-biaya. Laporan laba rugi tersebut bisa dipakai untuk mengambil kebijakan-kebijakan maupun dijadikan sebagai dasar ukuran asalnya mengukur laba per saham maupun tingkat pengembalian investasi.

  1. Laporan Perubahan Ekuitas

Di dalam ilmu akuntansi, ekuitas merupakan modal maupun kekayaan dari entitas. Entitas yang dimaksud bisa berupa UKM, perusahaan dan lain sebagainya. Ekuitas tersebut bisa didapatkan dari selisih jumlah aktiva atau aset yang sudah dikurangi dengan kewajiban atau pasiva. Laporan perubahan ekuitas punya arti bahwa laporan yang di dalamnya memuat tentang seluruh perubahan ekuitas pada satu masa periode.

  1. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas desa memuat seluruh informasi yang terkait dengan kas keluar dan juga kas masuk ke dalam periode yang sudah ditetapkan. Maka dari itu laporan arus kas erat hubungannya dengan waktu pencatatan. Laporan arus kas tersebut juga bisa berlaku sebagai salah satu syarat dengan informasi perubahan historis atas kas perusahaan.

  1. Catatan atas Laporan Keuangan

Laporan keuangan selalu dibutuhkan sebagai tempat pencatatan keseluruhan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan keuangan. Penjelasan yang ada di dalam catatan laporan keuangan tersebut bersifat rincian maupun naratif dan juga informasi yang lainnya. supaya Anda bisa paham dan mengerti tentang kondisi keuangan perusahaan Anda, maka sebaiknya Anda bisa membaca terlebih dahulu dan juga menganalisis dan menafsirkan tentang kondisi keuangan pada perusahaan lewat laporan keuangan.

Sedangkan laporan keuangan perusahaan yang paling pokok yaitu laporan laba rugi dan juga laporan neraca. ada juga laporan keuangan yang lainnya yakni laporan sumber dan penggunaan modal serta laporan perubahan modal.

Tips Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana

Nah, inilah tips cara membuat laporan keuangan secara sederhana dengan fokus pada 4P:

  • Product meliputi pengembangan produk, efisiensi produk dan juga inovasi produk
  • Place Yakni penentuan lokasi usaha
  • Price yakni penentuan harga jual produk
  • Promotion yakni penentuan promosi/media pemasaran

Apabila Anda mengalami suatu kesulitan saat membuat laporan keuangan yang dilakukan secara manual, maka Anda bisa membuatnya yang lebih sederhana. Salah satu cara membuat laporan keuangan secara sederhana yakni dengan mencatat seluruh Keuntungan pada setiap kali membeli yang selalu dikumpulkan seminggu ataupun sebulan dan bahkan setahun.

Sedangkan selisih harga jual beli sebagai suatu keuntungan tentunya harus dikumpulkan dan dihitung. Nah, cari keuntungan yang telah dijumlahkan tersebut telah Anda bisa mengetahui perkembangan keuntungan perusahaan per tahunnya. Melalui laporan tersebut juga bisa Anda ketahui apakah perusahaan Anda sedang mengalami kemajuan atau tidak.

Jika diketahui bahwa dalam 1 tahun untung sudah cukup, maka  Anda dapat membuat rencana investasi yang bertujuan  melebarkan sayap usaha yang nilainya tidak melebihi dari keuntungan tersebut.

Selain itu, Anda bisa memakai cara lain yakni dengan mencatat setiap kali ada pengeluaran dan juga pemasakan pada hari itu juga. Misalnya mencatat seluruh barang yang telah terjual pada hari ini, mencatat seluruh pengeluaran seperti membayar listrik, membayar tagihan, telepon dan juga air. Periode pencatatannya selalu dikerjakan setiap hari.

Mencatat seluruh aliran dana yang keluar dan masuk, maka Anda bisa selalu mengevaluasi besarnya seluruh pengeluaran dan pemasukan. Apabila terjadi ketidakseimbangan yang disebabkan oleh banyaknya pengeluaran untuk membayar tagihan, maka sebaiknya Anda memeriksa apakah barang masuk menumpuk atau bahkan sebaliknya. Dalam pencatatan tersebut Anda juga dapat memakai model seperti keseharian maupun buku catatan barang.

Anda perlu membuat laporan keuangan dalam sebuah bisnis. Accurate Online merupakan software akuntansi online yang memudahkan Anda mengelola keuangan bisnis. Dapatkan kemudahan untuk mengetahui laporan keuangan bisnis tanpa membutuhkan banyak waktu. Infomasi lebih lanjut tentang Accurate Online di sini.

Nah, demikianlah uraian tentang cara membuat laporan keuangan bagi UMKM. Semoga ulasan di atas bisa bermanfaat untuk usaha UMKM yang sedang Anda jalankan.

Nova