Cara Jitu UKM Ibu Kota Mengantisipasi Usahanya Jika Ibu Kota Pindah

Written by Anto

Ibu Kota Indonesia Pindah, Pemerintah Belajar dari Negara Lain

Dikutip dari KOMPAS.COM, Ketua komisi II DPR Zainul Amali mendukung rencana Pemerintah untuk memindahkan Ibu Kota. Dia menyarankan Rencana pemindahan Ibu kota harusnya bertujuan untuk memisahkan antara pusat bisnis dengan pusat pemerintahan seperti yang telah dikakukan oleh negara-negara lain yang memisahkan antara pusat bisnis dengan pusat pemerintahan.

Sebagai contoh negara yang memisahkan pusat bisnis dengan pusat pemerintahan bisa kita lihat dari negara-negara tetangga seperti Malaysia pusat pemerintahan di Putrajaya sedangkan pusat bisnis di Kuala Lumpur, Australia pusat bisnisnya di Sydney sedangkan pusat pemerintahannya di Canberra, Brazil juga tepisah antara pusat bisnis dengan pusat pemerintahannya.

Seperti yang kita ketahui saat ini bahwa pusat bisnis dan pusat pemerintahan Indonesia ada dalam satu wilayah yang sama yaitu di Jakarta. Masalah kemacetan di Jakarta yang sampai saat ini belum teratasi, dan masalah musiman seperti Banjir tentu saja sangat menghambat pertumbuhan kemajuan Indonesia jika terus dipaksakan sebagai pusat pemerintahan.

"Saat ini hal terpenting tinggal keberanian pemerintah untuk memulai rencana itu" Kata Amali. Amali berharap hal ini tidak terus menerus menjadi wacana yang terus muncul dan tenggelam.

Dampak Ekonomi Pemindahan Ibu Kota Indonesia dari Jakarta

Dikutip dari DETIK.COM, Rencana pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta karena Indonesia dipandang memiliki peluang menjadi negara maju dari negara berkembang saat ini. Indonesia juga dianggap mampu dalam  kompetisi global yang semakin ketat kedepannya.

Kemampuan Jakarta untuk menjadi dua pusat penting Nusantara, ujar Presiden Indonesia ke-7 itu, harus dipikirkan kembali secara matang.

"Ketika kita sepakat akan menuju negara maju, pertanyaan pertama yang harus dijawab adalah apakah di masa yang akan datang DKI Jakarta sebagai ibu kota negara mampu memikul dua beban sekaligus, yaitu sebagai pusat pemerintahan dan layanan publik sekaligus pusat bisnis," sebut Jokowi.

Presiden lantas mencontohkan beberapa negara yang dianggapnya telah memiliki pemikiran maju.

"Saya kira contohnya banyak sekali baik Malaysia, Korea Selatan, Brasil, Kazakhstan, dan lain-lain. Sekali lagi, kita ingin berpikir visioner untuk kemajuan negara ini." Ujar Bpk Presiden.

Bisakah UKM Bersaing Jika Indonesia Menjadi Negara Maju

Jika rencana pemerintah benar-benar terwujud yaitu memindahkan Ibu Kota dari Jakarta, dan target pemerintah terpenuhi yaitu Indonesia benar-benar menjadi negara maju, sebagai pelaku UKM Anda tentu harus bisa mengikuti kemajuan Indonesia agar terus bisa turut serta bersaing dalam perekonomian global.

Tapi yang jadi masalah, jangankan menjadi perusahaan yang mampu bersaing secara global, masih skala UKM dan berkiprah dalam usaha lokal saja sudah sering kelimpungan masalah internal perusahaan seperti kesulitan memantau piutang, kehilangan catatan mutasi stok dan lain sebagainya, tentu yang seperti ini mungkin akan banyak protesnya terhadap kebijakan pemerintah menyambut negara maju dari pada mengembangkan usahanya agar terus tumbuh bersama dalam perekonomian negara Indonesia maju.

Persiapan Dini UKM yang Harus Dilakukan

Kemalasan UKM di Indonesia adalah dalam hal kerapihan administrasi keuangan, dan masih mengabaikan laporan keuangan. Padahal Laporan keuangan adalah tolok ukur yang paling tepat untuk mengambil keputusan kemana seharunya bisnis UKM tersebut harus digerakkan. Selama ini pelaku UKM yang dipentiingkan hanyalah omset. Mereka menganggap bahwa omset yang lancar mencerminkan kehidupan dan kemakmuran  bisnisnya. Padahal tolok ukur dari kemajuan bisnis adalah laporan keuangan. Inti dari laporan keuangan yang mengindikasikan bisnis Anda berjalan ditempat, meningkat atau menurun, adalah 4 laporan keuangan inti, yaitu: Neraca, Laba Rugi, Perubahan Modal, dan Arus Kas.

"Wah bahasanya aja sudah ribet, gimana bikinnya tuh laporan? mending saya jualan aja yang banyak lah, gak penting gitu-gituan buat saya. Yang penting OMSET..!!" Itulah sebagian besar pernyataan para pemilik bisnis UKM di Indonesia. Jika udah saatnya mengalami kehilangan piutang yang cukup besar, mengalami selisih stok yang cukup menguras pikiran dan kerugian usahanya, barulah merasakan betapa pentingnya pencatatan administrasi perusahaan. Emang ada yang sudah mengalami hal tersebut? Tentu saja ada bukan satu atau lima perusahaan tetapi ratusan bahkan ribuan pengusaha umkm pemula yang akhirnya tidak bisa lanjut menjalankan usahanya ya karena mengabaikan masalah laporan keuangan.

Jika Anda sulit membuat laporan keuangan manual, Anda bisa menggunakan alat bantu pencatatan keuangan atau pembukuan usaha yang biasa disebut dengan software akuntansi. yang mudah, murah dan buatan Indonesia bisa cek di sini: http://bit.ly/aolfores 

Anto
Digital Marketer
Pemilik Peternakan Kampung Kelinci
Pemegang Saham PT Kalbe Farma Tbk
Pemegang Saham PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk
Pemegang Saham PT Aneka Tambang Tbk
Pemegang Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk

About the author

Anto

Digital Marketer
Pemilik Peternakan Kampung Kelinci
Pemegang Saham PT Kalbe Farma Tbk
Pemegang Saham PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk
Pemegang Saham PT Aneka Tambang Tbk
Pemegang Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk

Leave a Comment