Cara Mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Modal Usaha

Written by Anto

Kredit Usaha Rakyat ( KUR )

Kredit Usaha Rakyat atau akrab disebut dengan nama KUR merupakan modal pinjaman dari Bank kepada pelaku Usaha Kecil Menengah. 

Kehadiran KUR tentu saja sangat membantu masyarakat kecil dalam mengembangkan usahanya. KUR meliputi semua bidang usaha produktif seperti peternakan, pertanian, perikanan atau kelautan, perindustrian, kehutanan, ritel dan lain sebagainya. Dengan adanya program KUR ini sangat diharapkan untuk membantu memajukan perekonomian dan industri nasional sekaligus mengurangi angka pengangguran dengan harapan banyaknya wirausaha yang bisa dikembangkan dengan dana KUR tersebut.

Peraturan Pemerintah Tentang Pengajuan KUR

KUR pertama kali diluncurkan oleh presiden RI pada tanggal 5 November 2007. Sekarang ada 12 peraturtan dalam pengajuan dana KUR agar diterapkan secara maksimal.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian, Iskandar Simorangkir mengungkapkan, permenko ini adalah pengganti peraturan sebelumnya yang berlaku secara efektif mulai 1 Januari 2018. 12 aturan baru tersebut di antaranya meliputi:

1. Penurunan tingkat suku bunga KUR dari 9 persen menjadi sebesar 7 persen per tahun

2. Kelompok usaha sebagai calon penerima KUR

3. Skema KUR khusus

4. Skema KUR multisektor

5. Pengaturan minimum porsi penyaluran KUR ke sektor produksi

6. Mekanisme yarnen atau pembayaran kredit setelah panen, dan grace period

7. Perubahan istilah KUR Ritel menjadi KUR Kecil

8. Plafon KUR mikro sektor produksi dan di luar sektor produksi

9. Penyaluran KUR bersamaan dengan kredit lain yang diperbolehkan

10. Struktur biaya KUR penempatan TKI

11. KUR untuk masyarakat daerah perbatasan

12. KUR untuk optimalisasi Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

Komite Kebijakan juga akan menetapkan besaran plafon KUR tahun 2018 bagi setiap penyalur KUR, dengan mempertimbangkan rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jenis-Jenis KUR

KUR dibagi menjadi beberapa jenis seperti dikutip dari halaman website bank BRI, antara lain: KUR Mikro, KUR Ritel, KUR TKI

KUR Mikro

Kredit Modal Kerja dan atau Investasi dengan plafond s.d Rp 25 juta per debitur

KUR Kecil (Ritel)

KUR Ritel adalah Kredit Modal Kerja dan atau Investasi kepada debitur yang memiliki usaha produktif dan layak dengan plafond > Rp 25 juta s.d Rp 500 juta per debitur

KUR TKI

KUR TKI diberikan untuk membiayai keberangkatan calon TKI ke negara penempatan dengan plafond s.d Rp 25 juta

Siapapun bisa mengajukan KUR baik langsung maupun tidak langsung. Untuk pengajuan KUR secara langsung, Anda bisa mendatangi Kantor Cabang atau Kantor Cabang Pembantu Bank Pelaksana yang ditunjuk oleh pemerintah. Bank yang ditunjuk oleh pemerintah dalam pelaksanaan penyaluran dana KUR antara lain adalah Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, Bukopin Bank BTN, dan Bank - Bank Pemerintah Daerah. 

Sedangkan pengajuan KUR secara tidak langsung, Anda dapat mengunjungi  penyalur lain seperti Lembaga Keuangan Mikro dan KSP/USP Koperasi.

Syarat Pengajuan KUR

Jika Anda ingin mengajukan KUR ke Bank yang telah disebutkan di atas, maka sebelum Anda mengajukan permohonan maka Anda wajib memenuhi persyaratannya terlebih dahulu. Dalam artikel ini saya coba menyebutkan beberapa persyaratan mengenai pengajuan KUR Mikro dan KUR Ritel. Sedangkan KUR TKI tidak saya bahas lebih lanjut dalam artikel ini. Beberapa persyaratan yang diperlukan antara lain sebagai berikut:

  1. Anda wajib memiliki usaha yang sudah berjalan minimal 6 bulan dan aktif tanpa putus.
  2. Pemohon mendatangi Bank penyalur KUR dan mengisi formulir Permohonan KUR
  3. Melengkapi dokumen yang diperlukan antara lain: KTP, Kartu Keluarga, NPWP, Surat Ijin Usaha.
  4. Laporan Keuangan Usaha Anda
  5. Pemohon tidak sedang menerima kredit pinjaman dari Bank kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan Kartu Kredit.

Proses KUR

  1. Setelah pihak bank menerima persyaratan dan kelengkapan dokumen dari pemohon, maka Bank akan mengevaliasi dan menganalisis kelayakan usaha yang sedang Anda jalankan
  2. Jika usaha Anda dianggap layak, maka Bank akan menyetujui dan memproses dana KUR. Namun menyetujui atau menolak permohonan adalah sepenuhnya merupakan wewenang pihak Bank.
  3. Jika permohonan disetujui, maka Anda harus menandatangani surat perjanjian kredit atau pinjaman.
  4. Anda wajib membayar cicilan sampai lunas sesuai ketentuan yang tertuang dalam surat perjanjian termasuk resiko jika Anda tidak bisa membayar cicilan. Jadi pastikan Anda membaca semua isi perjanjian kredit sebelum Anda menandatangani surat perjanjian tersebut.

Kesimpulan

Jika pengajuan dana KUR disetujui, tentunya akan sangat membantu pengembangan usaha Anda. Namun Anda juga harus pertimbangkan resiko yang mungkin terjadi jika Anda gagal membayar cicilan. Bunga pinjaman tidak bisa dianggap sepele karena jika sampai tidak membayar cicilan tepat waktu maka akan menjadi masalah yang lebih serius. Jadi diharapkan pertimbangkanlah secara matang sebelum Anda mengajukan dana KUR ke Bank.

Anto
Digital Marketer
Pemilik Peternakan Kampung Kelinci
Investor Perusahaan TBK

About the author

Anto

Digital Marketer
Pemilik Peternakan Kampung Kelinci
Investor Perusahaan TBK

Leave a Comment