Masihkah Peran Salesman dibutuhkan?

Salesman atau yang biasa disebut sebagai penjual adalah ujung tombak perusahaan dalam memasarkan produk barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Tapi sayangnya, masih banyak orang yang memandang sebelah mata profesi penjual, padahal jika di telisik lebih dalam banyak CEO dan pemimpin perusahaan lahir dari perjalanan karir sebagai salesman.

Seorang salesman berpengalaman yang sudah terbentuk karakter, mental serta pola kerjanya akan merasa sulit untuk dapat berubah atau belajar ilmu pengetahuan lain supaya bisa maju atau pindah ke posisi lain. Bahkan beberapa salesman mengakui sulit berubah ke posisi yang lain, entah posisi yang berbeda atau bahkan posisi yang lebih tinggi dari salesman

Di era perdagangan bebas saat ini, ketika produk barang dan jasa, serta tenaga kerja dengan bebas bisa keluar-masuk berbagai negara, membuat situasi pasar menjadi semakin ramai dan persaingan pun semakin ketat. Begitu pula perkembangan teknologi digital yang berkembang dengan sangat pesatnya, sehingga cara-cara lama dalam melakukan pemasaran barang dan jasa pun harus menyesuaikan dengan keadaan saat ini. 

Pasar yang tadinya bisa diprediksi dengan mudah, kini semakin tidak bisa ditebak. Perilaku dan selera pasar juga semakin cepat berubah karena berbagai produk dengan berbagai karakteristik bisa babas masuk ke dalam pasar mana pun. Tak terkecuali para salesman pun berubah dalam memasarkan produk barang dan jasanya.  Lalu, seberapa besar penyesuaian yang harus dilakukan oleh para salesman untuk tatap dapat bersaing di era teknologi yang semakin berkembang.

James Gwee, Sales Trainer dan Seminar Speaker, mengutarakan, “Secara keseluruhan, terutama di Indonesia, yang merupakan daerah yang sangat besar dengan budaya dan pasar yang beraneka ragam, tentu tidak ada solusi yang sifatnya satu untuk semua. Demikian pula menyangkut perkembangan teknologi, ketika berbicara tentang sales di era digital marketing, kita harus ingat bahwa kita akan berurusan dengan daerah-daerah yang bahkan sinyal telepon pun masih mengalami kendala.”

James juga menekankan, “Kondisi pendidikan, demografis, dan ekonomi di Indonesia juga belum merata. Oleh karena itu, kita masih akan banyak berhadapan dengan pasar yang gaptek. Menyangkut segmen pasar seperti ini, tentu saja kepiawaian tenaga penjual masih sangat diperlukan untuk merangkul langsung pasar yang ada dan mencetak penjualan sebanyak mungkin.” Setidaknya sekitar 60% populasi Indonesia masih mengalami kendala ini.

Tren ke depan, salesman akan berperan lebih sebagai konsultan bisnis dan bukan hanya menjual. Penjual harus berusaha agar konsumen merasa happy membayar bukan hanya untuk produk yang dijual, melainkan juga untuk segala usaha dan knowledge yang bisa dibagikan.

Peran penjual tentu tidak berkurang, melainkan hanya berubah. Penjual sekarang tidak lagi memberikan informasi atau product knowledge belaka. Ia sudah harus siap beradu argumen, memberikan sharing dan opini, untuk meyakinkan konsumen. Tugas penjual untuk memberikan konsultasi guna meyakinkan calon pembeli, bahwa produknya berkualitas terbaik.

Maka dari itu, salesman masa depan harus mampu mempermudah dan menyederhanakan segala proses kerja untuk konsumen. Ibaratnya, “Consumer does not want to buy a quarter-inch drill. They want a quarter-inch hole!” Peran para penjual tidak berkurang, melainkan hanya bergeser, untuk membantu pelanggan agar bisa memaksimalkan benefit dan value dari produk atau layanan, memenuhi kebutuhan, plus menemukan solusi.

Yopi
Konsultan Bisnis
Investor Perusahaan Terbuka
085219268059

About the author

Yopi

Konsultan Bisnis
Investor Perusahaan Terbuka
085219268059

Leave a Comment