Pengelolaan Pengetahuan dan Modal Intelektual Untuk Pemberdayaan UKM

Written by Ichsan

Pentingnya Pengetahuan dan Modal Intelektual Untuk Pemberdayaan UKM

Hallo Sahabat Entrepreneur kita kembali lagi dengan membahas tentang Pentingnya Pengetahuan dan Modal Intelektual Untuk Pemberdayaan UKM. Oke di Era Globalisasi atau bisa kita bilang ZAMAN NOW juga di tandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan berkembangnya ilmu teknologi yang sangat pesat. Kemampuan akan suatu ilmu pengetahuan dan teknologi sendiri menjadi salah satu faktor daya saing yang sangat penting. Menyadari akan persaingan global yang semakin ketat dan berat, maka kita perlu adanya perubahan dari yang namanya Resources-based competitivess menjadi Knowledge-based competitiveness yang dapat berwujud berupa teknik,metode, cara produksi, serta peralatan atau mesin yang di pergunakan untuk dalam suatu proses produksi. Secara kongkrit, ,penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki empat (4) komponen penting, yakni perangkat teknis (technoware), perangkat manusia (humanware),
perangkat informasi (infoware), dan perangkat organisasi (orgaware).
Dalam hal usaha kecil dan menengah (UKM), pada umumnya keterampilan yang dimiliki pengusaha dan karyawannya terutama dalam membuat berbagai macam produk yang dapat dikatakan baik termasuk keterampilannya. Namun bicara soal produk keterampilan yang dimiliki secara tradisional (pendidikan informal ) tidak cukup, maka diperlukan keahlian khusus, memenuhi standar internasional, termasuk dilandasi oleh pendidikan formal.
Perlu diketahui, bahwa jumlah UKM di Indonesia sangat besar, yakni 56. 534. 592 data sensus Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia tahun 2012 (baca: Tabel Perkembangan UKM pada Periode 1997). Dengan jumlah UKM puluhan juta tersebut, pada era perdagangan bebas yang sudah diberlakukan, masih menyisakan misteri yang selalu membayangi produk hasil UKM dalam persaingan dengan produk hasil luar negeri. Dari jumlah di atas, UKM mampu menyerap 101,72 juta orang tenaga kerja atau 97,3 persen dari total tenaga kerja Indonesia. Sehingga kontribusi sektor UKM berjumlah 57,12 persen terhadap Produk Domistik Bruto (PDB). Dengan demikian 99,98 persen dari total unit usaha di Indonesia disokong oleh para pelaku UKM, sesuai data dari Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2013.
Dilihat dari jumlah UKM dan serapan terhadap tenaga kerja dari data diatas, menunjukkan bahwa UKM sudah seharusnya menjadi lahan garapan serius pemerintah. Hal tersebut harus dilakukan, mengingat potensi UKM secara signifikan mampu memberikan sumbangan PDB sebesar 57,12 persen. Tentunya angka tersebut fantastis bagi perekonomian Indonesia dalam menghadapi MEA kedepan. Tidak hanya itu, dalam persaingan pasar bebas MEA, pemerintah juga harus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala, hal tersebut dilakukan sebagai sebuah langkah konkret keberpihakan pemerintah terhadap para pelaku UKM di Indonesai. Dengan begitu, pemerintah akan mampu mendorong perkembangan serta memberikan pemberdayaan terhadap para pelaku UKM untuk mampu bersaing menghadapi pasar bebas MEA.
Tawaran Pengembangan dan Pemberdayaan UKM Berbicara pengembangan, seakan tidak pernah berhenti pada capaian maupun kontribusi produk hasil UKM terhadap PDB Indonesia, namun lebih dari itu, yaitu pada aspek penataan sistem manajemen yang diterapkan para pelaku UKM. Yang dimaksudkan pada aspek manajemen disini adalah campur tangan pemerintah dalam mencetak tenaga terampil, baik dari cara produksi dan pemasaran produk UKM itu sendiri.
Selama ini para pelaku UKM masih minim yang menembus pemasaran pada level nasional maupun internasional, peran strategis pemerintah dalam memfasilitasi tenaga terampil berupa penataan manajemen UKM belum maksimal dilakukan. Evaluasi terhadap efisiensi dan konsistensi para pelaku UKM masih selalu dibenturkan pada pemberlakuan regulasi dan ketersediaan finansial yang serba berkecukupan. Upaya monitoring pemerintah terhadap para pelaku UKM masih sebatas pendataan, bukan dalam rangka memfasilitasi dan membantu segala komponen tumbuh kembangnya UKM tersebut. Yang dimaksudkan adalah bagaimana monitoring yang dilakukan oleh pemerintah terhadap para pelaku UKM melingkupi segala aktivitas produksi dan pemasarannya, misalkan, sejauh mana pemerintah mengawasi pelaku UKM yang makin berkembang dan stagnan atau bahkan yang mengalami penurunan.
Evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkala untuk mengetahui apa yang mesti dilakukan oleh pemerintah untuk lebih mendorong tumbuh kembangnya UKM seperti gambaran diatas. Maka, akan dapat diketahui segala rekomendasi yang dapat membantu tumbuh kembangnya UKM bilamana evaluasi dilakukan secara berkala dan berkelanjutan oleh pemerintah sebagai pihak yang memfasilitasi UKM.
Pemerintah diharapkan untuk dapat dengan segera merespon segala masalah yang dialami oleh para pelaku UKM. Perkembangan tidak akan pernah terjadi secara maksimal, jika pemberdayaan juga tidak dilakukan. Pemberdayaan merupakan langkah konkret yang menjadi kewajiban pemerintah untuk mendorong efisiensi dan konsistensi para pelaku UKM.
Dengan demikian, regulasi yang dibuat dan diterapkan oleh pemerintah, mampu berjalan beriringan dengan para pelaku UKM, regulasi pada dasarnya dibuat atas semangat mendorong dan menyelamatkan para pelaku UKM, namun, pada proses pelaksanaannya yang sering mengalami inkonsistensi dalam menerapkan regulasi yang benar-benar berpihak terhadap para pelaku UKM yang tentunya secara langsung merasakan efek dari pemberlakuan regulasi tersebut. Itulah mengapa perlunya responsibiltas pemerintah terhadap para pelaku UKM, agar pemerintah dapat mengetahui urgensi kebutuhan UKM yang mengakibatkan tersanderanya tumbuh kembangnya UKM terhadap pasar.
Barulah kemudian menemukan jalan keluar berupa rekomendasi lanjutan yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk mendorong perkembangan UKM.]]>

Ichsan
Kita tidak akan pernah tau sebelum kita melakukannya. ingatlah satu hal, usaha yang kita lakukan akan sebanding dengan hasilnya.

Solution Analyst
Software Akuntansi Accurate

About the author

Ichsan

Kita tidak akan pernah tau sebelum kita melakukannya. ingatlah satu hal, usaha yang kita lakukan akan sebanding dengan hasilnya.

Solution Analyst
Software Akuntansi Accurate

Leave a Comment