Pengertian Jurnal Penyesuaian Dalam Akuntansi

Written by Nova



 
Pengertian Jurnal Penyesuaian Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat dalam proses pencatatan perubahan saldo pada akun untuk menyesuaikannya dengan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi. Jurnal penyesuaian dibuat dari data neraca saldo dan data informasi penyesuaian akhir periode. (Perbedaan Aktiva Lancar dan Tidak Lancar)Sedangkan ayat jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat dala proses pencatatan peruabahan saldo dalam beberapa akun. Sehingga saldo yang didapat merupakan saldo yang menggambarkan jumlah saldo yang sebenarnya.

Fungsi dan Tujuan Jurnal Penyesuaian Melihat dari penjelasan diatas, setidaknya jurnal penyesuaian ini memiliki dua fungsi, dan berikut ini adalah kedua fungsi dari jurnal penyesuaian tersebut :

  1. Menetapkan saldo catatan akun buku besar pada masa akhir periode, sehingga setiap perkiraan saldo yang didapat rill. Terkhusus untuk perkiraan harta dan kewajiban menunjukan jumlah yang sebenarnya.
  2. Menghitung setiap perkiraan nominal pendapatan dan beban yang sebenarnya selama periode yang bersangkutan. (Contoh Neraca Saldo Setelah Penutupan Perusahaan Jasa)Contoh Jurnal Penyesuaian dan JawabanPembuatan jurnal penyesuaian tidaklah serumit dari teori yang dijelaskan.

Dalam pembuatan sebuah laporan jurnal penyesuaian kalian hanya perlu memperhatikan yang terjadi selama transaksi berjalan.Akun yang memerlukan penyesuaian di akhir periode :
1. Beban atau Biaya Dibayar di MukaBiasanya dilakukan oleh perusahaan, dimana perusahaan membayarkan beban untuk beberapa periode yang akan datang. Beban ini dinamakan beban dibayar dimuka. (Pengertian Pencatatan Periodik dan Perpetual)Jadi, bila menemukan beban yang harusnya dibayarkan pada periode mendatang, maka harus dicatat sebagai beban asuransi yang dilaporkan pada periode yang bersangkutan.Contoh :Pada sebuah neraca saldo asuransi menunjukkan nilai Rp.3.500.000. kemudaian pada akhir periode, informasi saldo menunjukan sebesar Rp.3.000.000. ini menjukkan bahwa premi asuransi yang sudah dibayarkan adalah Rp.3.500.000 – Rp.3.000.000 = Rp.500.000,-. Dimana nominal tersebut diakui sebagai beban asuransi dan mengurangi asuransi dibayar dimuka.
2. Beban Sewa Gedung Dibayar Dimuka
Kasus yang kedua ini tidak jauh berbeda dengan kasus yang pertama. (Contoh Laporan Keuangan Perusahaan)Contoh :Saldo akun sewa dibayar dimuka berjumlah Rp.20.300.000 tidak menunjukkan keadaan sebenarnya. Karena sudah terpakai sewa sejumlah Rp.3.500.000, maka beban sewa bertambah dan sewa dibayar dimuka berkurang sebesar Rp.3.500.000.
3. Piutang Pendapatan atau Pendapatan yang Masih Harus diterima
Piutang pendapatan ini terjadi apabila suatu pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan namun belum diterima. Maka hal ini dalam pencatatan akuntansi dicatat sebagai pendapatan pada periode tersebut.Contoh :Sebuah perusahaan telah menyelesaikan pekerjaannya yang berjumlah Rp.750.000. Jumlah tersebut belum termasuk dalam neraca saldo yang tercata sebagai piutang pendapatan perusahaan dengan nominal Rp.25.600.000. Maka tranasaksi ini dicatat sebagai piutang pendapatan dan pendapatan jasa sebesar Rp.24.850.000.
4. Pendapatan Diterima Dimuka
Dalam prakteknya, pendapatan diterima dimuka tidak boleh dicatat sebagai pendapatan, melainkan dicatat seabagai hutang. Mengapa demikian? Hal ini terjadi karenan perusahaan belum merealisasikan pendapatan tesebut atau belum menyelesaikan tugas nya. (Pengertian Jurnal Umum dan Contoh Soal)
Contoh :Saldo pendapatan diterima dimuka yang dimilik perusahaan berjumlah Rp.10.000.000, dab sampai akhir periode perusahaan baru mengerjakan tugasnya dengan nominal Rp.1.300.000. Maka dalam hal ini transaksi tersebut dicatat sebagai pendapatan sewa bertambah dan pendapatan diterima berkurang sebesar Rp.1.2500.000. yang artinya masih tersisa Rp.7.450.000, yang masih menjadi utang pendapatan perusahaan.
5. Penyusutan Peralatan
Penyusutan peralatan dalam akuntansi dicatat sebagai pengakuan beban deperesiasi atau beban penyusutan oleh perusahaan. (Contoh Bukti Pembayaran Pada Perusahaan)
Contoh :Beban penyusutan atau depresiasi perusahaan untuk periode Desember 2017 adalah sebesar Rp.1.400.000. maka hal ini akan menambah pada beban penyusutan dan menambah akumulasi penyusutan peralatan sebesar Rp.1.400.000.
6. Pemakaian Perlengkapan
Perlengkapan merupakan bahan-bahan yang dibeli demi kepentingan operasi perusahaan dan tidak untuk di perjual belikan kembali. Dalam akuntansi perusahaan harus mencatat pemakaian perlengkapan atau melakukan perhitungan fisik terhadapa jumlah perlengkapan yang telah terpakai yang masih tersisa. (Pengertian Rasio Keuangan dan Rumus nya)
Contohnya :Terlihat saldo perlengkapan pada nerca saldo sebebsar Rp.4.400.000. Pada akhir masa periode, informasi menunjukan bahwa perlengkapan yang masih tersisa adalah Rp.2.7.00.000. artinya perusahaan telah menggunakan pemakaian perlengkapan sebesar Rp.4.400.000 – Rp.2.700.000 = Rp.1.700.000. maka pencatatanya adalah menambah akun beban perlengkapan dan mengurangi akun perlengkapan sebesar Rp.1.700.000.
Karena pentingnya pencatatan jurnal penyesuaian untuk melengkapi laporan akun pada buku besar, maka tidak ada salahnya jika perusahaan mempercayakan Accurate Online software akuntansi online untuk membantu pencatatannya, terutama jika banyak sekali transaksi maupun akun yang harus disesuaikan. Daftarkan perusahaan Anda pada Accurate Online software akuntansi online sekarang dan dapatkan free trial 30 hari dengan klik di sini. Semoga bermanfaat dan selamat mengerjakan laporan jurnal penyesuaian.]]>



 
Pengertian Jurnal Penyesuaian Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat dalam proses pencatatan perubahan saldo pada akun untuk menyesuaikannya dengan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi. Jurnal penyesuaian dibuat dari data neraca saldo dan data informasi penyesuaian akhir periode. (Perbedaan Aktiva Lancar dan Tidak Lancar)Sedangkan ayat jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat dala proses pencatatan peruabahan saldo dalam beberapa akun. Sehingga saldo yang didapat merupakan saldo yang menggambarkan jumlah saldo yang sebenarnya.

Fungsi dan Tujuan Jurnal Penyesuaian Melihat dari penjelasan diatas, setidaknya jurnal penyesuaian ini memiliki dua fungsi, dan berikut ini adalah kedua fungsi dari jurnal penyesuaian tersebut :

  1. Menetapkan saldo catatan akun buku besar pada masa akhir periode, sehingga setiap perkiraan saldo yang didapat rill. Terkhusus untuk perkiraan harta dan kewajiban menunjukan jumlah yang sebenarnya.
  2. Menghitung setiap perkiraan nominal pendapatan dan beban yang sebenarnya selama periode yang bersangkutan. (Contoh Neraca Saldo Setelah Penutupan Perusahaan Jasa)Contoh Jurnal Penyesuaian dan JawabanPembuatan jurnal penyesuaian tidaklah serumit dari teori yang dijelaskan.

Dalam pembuatan sebuah laporan jurnal penyesuaian kalian hanya perlu memperhatikan yang terjadi selama transaksi berjalan.Akun yang memerlukan penyesuaian di akhir periode :
1. Beban atau Biaya Dibayar di MukaBiasanya dilakukan oleh perusahaan, dimana perusahaan membayarkan beban untuk beberapa periode yang akan datang. Beban ini dinamakan beban dibayar dimuka. (Pengertian Pencatatan Periodik dan Perpetual)Jadi, bila menemukan beban yang harusnya dibayarkan pada periode mendatang, maka harus dicatat sebagai beban asuransi yang dilaporkan pada periode yang bersangkutan.Contoh :Pada sebuah neraca saldo asuransi menunjukkan nilai Rp.3.500.000. kemudaian pada akhir periode, informasi saldo menunjukan sebesar Rp.3.000.000. ini menjukkan bahwa premi asuransi yang sudah dibayarkan adalah Rp.3.500.000 – Rp.3.000.000 = Rp.500.000,-. Dimana nominal tersebut diakui sebagai beban asuransi dan mengurangi asuransi dibayar dimuka.


2. Beban Sewa Gedung Dibayar Dimuka
Kasus yang kedua ini tidak jauh berbeda dengan kasus yang pertama. (Contoh Laporan Keuangan Perusahaan)Contoh :Saldo akun sewa dibayar dimuka berjumlah Rp.20.300.000 tidak menunjukkan keadaan sebenarnya. Karena sudah terpakai sewa sejumlah Rp.3.500.000, maka beban sewa bertambah dan sewa dibayar dimuka berkurang sebesar Rp.3.500.000.


3. Piutang Pendapatan atau Pendapatan yang Masih Harus diterima
Piutang pendapatan ini terjadi apabila suatu pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan namun belum diterima. Maka hal ini dalam pencatatan akuntansi dicatat sebagai pendapatan pada periode tersebut.Contoh :Sebuah perusahaan telah menyelesaikan pekerjaannya yang berjumlah Rp.750.000. Jumlah tersebut belum termasuk dalam neraca saldo yang tercata sebagai piutang pendapatan perusahaan dengan nominal Rp.25.600.000. Maka tranasaksi ini dicatat sebagai piutang pendapatan dan pendapatan jasa sebesar Rp.24.850.000.


4. Pendapatan Diterima Dimuka
Dalam prakteknya, pendapatan diterima dimuka tidak boleh dicatat sebagai pendapatan, melainkan dicatat seabagai hutang. Mengapa demikian? Hal ini terjadi karenan perusahaan belum merealisasikan pendapatan tesebut atau belum menyelesaikan tugas nya. (Pengertian Jurnal Umum dan Contoh Soal)
Contoh :Saldo pendapatan diterima dimuka yang dimilik perusahaan berjumlah Rp.10.000.000, dab sampai akhir periode perusahaan baru mengerjakan tugasnya dengan nominal Rp.1.300.000. Maka dalam hal ini transaksi tersebut dicatat sebagai pendapatan sewa bertambah dan pendapatan diterima berkurang sebesar Rp.1.2500.000. yang artinya masih tersisa Rp.7.450.000, yang masih menjadi utang pendapatan perusahaan.


5. Penyusutan Peralatan
Penyusutan peralatan dalam akuntansi dicatat sebagai pengakuan beban deperesiasi atau beban penyusutan oleh perusahaan. (Contoh Bukti Pembayaran Pada Perusahaan)
Contoh :Beban penyusutan atau depresiasi perusahaan untuk periode Desember 2017 adalah sebesar Rp.1.400.000. maka hal ini akan menambah pada beban penyusutan dan menambah akumulasi penyusutan peralatan sebesar Rp.1.400.000.


6. Pemakaian Perlengkapan
Perlengkapan merupakan bahan-bahan yang dibeli demi kepentingan operasi perusahaan dan tidak untuk di perjual belikan kembali. Dalam akuntansi perusahaan harus mencatat pemakaian perlengkapan atau melakukan perhitungan fisik terhadapa jumlah perlengkapan yang telah terpakai yang masih tersisa. (Pengertian Rasio Keuangan dan Rumus nya)
Contohnya :Terlihat saldo perlengkapan pada nerca saldo sebebsar Rp.4.400.000. Pada akhir masa periode, informasi menunjukan bahwa perlengkapan yang masih tersisa adalah Rp.2.7.00.000. artinya perusahaan telah menggunakan pemakaian perlengkapan sebesar Rp.4.400.000 – Rp.2.700.000 = Rp.1.700.000. maka pencatatanya adalah menambah akun beban perlengkapan dan mengurangi akun perlengkapan sebesar Rp.1.700.000.
Karena pentingnya pencatatan jurnal penyesuaian untuk melengkapi laporan akun pada buku besar, maka tidak ada salahnya jika perusahaan mempercayakan Accurate Online software akuntansi online untuk membantu pencatatannya, terutama jika banyak sekali transaksi maupun akun yang harus disesuaikan. Daftarkan perusahaan Anda pada Accurate Online software akuntansi online sekarang dan dapatkan free trial 30 hari dengan klik di sini. Semoga bermanfaat dan selamat mengerjakan laporan jurnal penyesuaian.

Nova

About the author

Nova

Leave a Comment