Pengertian Manufaktur dan Ciri-ciri Perusahaan Manufaktur

Written by Yopi

Manufaktur adalah proses kegiatan mengolahan/merangkai bahan baku menjadi barang setengah jadi atau pun barang jadi dengan memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki seperti tanaga kerja, mesin, serta sumber daya lain yang digunakan untuk menghasilkan Produk.

Pada masa lampau, masyarakat berusaha mencari solusi untuk memenuhi kebutuhannya. Misalnya saja untuk mandi, mereka menggunakan batu dan daun-daun tertentu sebagai sabun. Seiring perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan, kebutuhan tersebut ditangkap sebagai peluang usaha yang menjanjikan oleh para pelaku usaha.

Kebutuhan masyarakat yang semakin beraneka macam menciptakan berbagai ide kreatif dan inovatif para pengusaha. Pabrik-pabrik manufaktur semakin banyak, tumbuh dan berkembang menghasilkan barang-barang yang dibutuhkan masyarakat.

Para pengusaha berbondong-bondong mendirikan pabrik di wilayah berpendapatan rendah dengan asumsi akan menyerap tenaga kerja setempat sebanyak-banyaknya dengan upah minimum regional yang lebih rendah, sehingga akan memberikan keuntungan yang maksimal bagi mereka

Ciri-ciri perusahaan manufaktur:

1. Kegiatan usahanya adalah memproduksi bahan baku menjadi barang jadi.

Sesuai dengan pengertiannya, Kegiatan operasional utama dari perusahaan manufaktur adalah melakukan kegiatan produksi yaitu mengolah bahan baku atau barang mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. 

2. Pendapatan usahanya berasal dari menjual produk barang hasil produksi.

Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang  kegiatan operasionalnya memproduksi, menghasilkan serta menjual produk barang. Barang yang dimaksud bisa berupa barang setengah jadi dan barang jadi seperti peralatan rumah tangga.

3. Memiliki Stok Persediaan

Produk yang dijual oleh perusahaan manufaktur adalah barang berwujud yang dapat dilihat dan diraba. Sehingga perusahaan ini memiliki persediaan produk secara fisik. Persediaan produknya bisa berupa persediaan barang jadi yang siap dijual atau persediaan barang setengah jadi atau barang dalam proses yang nantinya akan diproses kembali menjadi barang jadi.

4. Beban produksi terdiri dari Biaya Bahan Baku, Tenaga Kerja, dan Overhead

Beban yang terserap pada proses produksi perusahaan manufaktur terdiri dari 3 elemen biaya, yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik (BOP). Biaya bahan baku merupakan pemakaian barang mentah sebagai bahan utama yang diproses dalam proses produksi. Biaya tenaga kerja adalah pemakaian tenaga seluruh karyawan yang terlibat dalam proses produksi, baik karyawan divisi operasional maupun karyawan manajerial.

Sedang biaya overhead pabrik adalah biaya di luar biaya bahan baku dan tenaga kerja. Biaya overhead merupakan biaya yang timbul atas pemakaian bahan penolong atau biaya tidak langsung lainnya. Meski tidak terserap secara langsung pada produk, BOP tetap harus dikeluarkan atau dibebankan karena biaya ini juga memberikan kelancaran pada proses produksi. Contoh BOP adalah biaya bahan penolong, biaya pengawasan mesin pabrik, biaya telepon, biaya listrik, dan lain sebagainya

5. Melakukan Perhitungan Harga Pokok Produksi pada Laporan keuangan Laba-Rugi

Harga Pokok Produksi merupakan perhitungan atas biaya penggunaan bahan baku, bahan tenaga kerja dan overhead pabrik yang melekat pada sebuah produk. Perhitungan harga pokok produksi sangat diperlukan untuk menentukan berapa total biaya produksi yang telah terbebani pada sebuah produk yang telah dihasilkan. Agar biaya-biaya yang telah terserap tersebut dapat tergantikan melalui harga jual produk yang dihitung melalui harga pokok penjualan

6. Perhitungan Harga Pokok Penjualan pada Laporan keuangan Laba-Rugi

Selain perhitungan harga pokok produksi, dalam laporan Laba Rugi juga menghitung harga pokok penjualan. Harga Pokok Penjualan adalah perhitungan biaya produksi dan biaya-biaya lain yang terserap di dalam produk barang setengah jadi maupun barang jadi, ditambah dengan nilai persediaan awal produk dan dikurangi dengan nilai persediaan akhir produk. Gunanya agar perusahaan dapat menentukan harga jual produk dengan tepat sehingga tidak mengalami kerugian. Juga perusahaan bisa memperoleh keuntungan dengan menambah persentasi laba yang diinginkan di dalam harga jual produknya.

Yopi
Konsultan Bisnis
Investor Perusahaan Terbuka
085219268059

About the author

Yopi

Konsultan Bisnis
Investor Perusahaan Terbuka
085219268059

Leave a Comment