Pentingnya Kontrak Kerja Karyawan

Kontrak kerja adalah suatu perjanjian di antara pekerja dan pengusaha secara lisan atau tulisan, baik untuk waktu tertentu maupun untuk waktu tidak tertentu yang memuat syarat-syarat kerja, hak, dan kewajiban. Setiap perusahaan wajib untuk memberikan kontrak kerja di hari pertama calon karyawan bekerja. Berikut ini akan diulas mengenai hal-hal apa saja yang perlu dijadikan acuan untuk membuat kontrak kerja karyawan.

Definisi

Kontrak kerja adalah suatu perjanjian di antara pekerja dan pengusaha secara lisan atau tulisan, baik untuk waktu tertentu maupun untuk waktu tidak tertentu yang memuat syarat-syarat kerja, hak, dan kewajiban. Setiap perusahaan wajib untuk memberikan kontrak kerja di hari pertama calon karyawan bekerja. Dalam kontrak kerja biasanya tertulis dengan jelas pekerja yang memiliki hak dalam mendapat kebijakan perusahaan yang sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang masih berlaku di Indonesia. Didalamnya juga memuat mengenai prosedur kerja dan kode disiplin yang ditetapkan oleh perusahaan.

Selain itu, sesuai dengan pasal 52 ayat 1 Undang-Undang No. 13/2003 yang mengatur tentang Ketenagakerjaan juga menegaskan bahwa sebuah perjanjian kerja harus dibuat atas dasar:
1. Kesepakatan dari kedua belah pihak.
2. Kemampuan atau kecakapan melakukan perbuatan hukum.
3. Adanya pekerjaan yang diperjanjikan.
4. Pekerjaan yang diperjanjikan tersebut tidak bertentangan dengan ketertiban umum, kesusilaan dan peraturan Undang-Undang yang berlaku.

Kontrak Kerja Harus Sesuai dengan Undang-Undang

Maksudnya di sini adalah isi dari kontrak tersebut tidak boleh bertentangan dengan Undang-Undang. Serta tidak boleh bersifat memaksa, ketertiban umum, dan atau kesusilaan. Sekarang, pengetahuan kita sudah bertambah mengenai apa arti dari kontrak kerja itu sendiri dan kapan kontrak kerja bisa dianggap sah. Tetapi ada baiknya juga untuk mempelajari bagaimana cara membuat kontrak kerja yang baik.

Format Dasar Kontrak Kerja Karyawan

Banyak pengusaha yang mungkin belum memiliki kesadaran penuh tentang pentingnya menjalin kontrak kerja pada suatu perusahaan. Padahal dengan kontrak kerja karyawan yang sederhana saja sudah cukup untuk menjamin keterikatan kerja karyawan dalam waktu tertentu, lancarnya pekerjaan karyawan, serta terpenuhinya hak-hak karyawan dan pengusaha sebagai pemilik perusahaan. Di bawah ini adalah format contoh kontak kerja karyawan yang bisa Anda buat. Penjelasan mendetail tentang siapa saja pihak yang terkait dengan surat perjanjian kontrak kerja karyawan.

– Pengertian & Kesepakatan Umum
– Hak & Kewajiban setiap pihak yang terkait
– Definisi dan ruang lingkup kerja karyawan
– Kesepakatan Waktu Kerja
– Kesepakatan Gaji/Upah/Bonus/Imbalan
– Kesepakatan prosedur saat terjadi kelalaian, pengunduran diri, dan pemecatan
– Resolusi apabila terjadi perselisihan
– Kesepakatan dalam hal apabila terjadi Force Majeure
– Tanda Tangan Kesepakatan di atas Materai

Anda sebagai karyawan baru harus mengetahui tentang isi dari perjanjian kerja itu sendiri. Adapun pembahasan tersebut akan diulas dalam pembahasan 5 hal yang wajib karyawan ketahui tentang perjanjian kerja. Seperti apakah ulasannya? Ini Dia Pemaparannya!

1. Kontrak Kerja yang Berlaku

Penandatanganan kontrak kerja

Di setiap perusahaan, ada sebuah aturan untuk memperkerjakan karyawan yang terbagi dalam dua macam perjanjian. Perjanjian pertama yaitu, perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan perjanjian kerja waktu tertentu.

Perjanjian tersebut merupakan perjanjian yang diperuntukkan bagi karyawan kontrak ataupun seorang freelancer. Walaupun berstatus tersebut tetap saja setiap karyawan baru perlu mengetahui aturan-aturan yang ada dalam perjanjian kerja.

Salah satu poin yang harus Anda soroti mengenai kontrak kerja yang berlaku untuk Anda. Biasanya ada perusahaan yang memberlakukkan kontrak bagi karyawan baru selama 3, 6 bulan, dan 1 tahun.
 

Selain melihat kontrak kerja yang berlaku, Anda pun harus melihat poin-pon perhentian karyawan. Dengan begitu, setelah dipahami Anda akan bekerja sesuai kewajiban tersebut.

2. Tentang Job Deskripsi dan Posisi Jabatan Anda

Jangan heran bila nanti Anda dipanggil untuk bekerja namun jabatan yang diperoleh tidak sesuai dengan apa yang Anda lamar sebelumnya.

Biasanya ketika proses wawancara kerja, pihak HRD lebih mengetahui posisi atau jabatan yang harus Anda pegang di perusahaan tersebut.

Bisa jadi pula, jabatan tersebut hanya untuk sementara saja Anda pegang sebelum mengisi posisi yang Anda inginkan.

Namun tetap saja apapun jabatan yang Anda duduki harus tercantum dengan jelas pada perjanjian kerja. Karena itu baca dan perhatikan baik-baik job kerja yang akan Anda lakukan di perusahaan tersebut.

Selain jabatan, Anda pun harus mengetahui job deskripsi yang akan Anda lakukan di perusahaan tersebut. Ada baiknya pula, bila tidak ada yang dimengerti atau kurang jelas Anda bisa menanyakan kepada HRD atau pimpinan setempat.

Dengan mengetahui jabatan dan job deskripsi tersebut, Anda akan bekerja dengan penuh tanggung jawab tanpa ada keraguan.

3. Gaji dan Tunjangan yang Didapat

Setelah Anda memperhatikan jabatan dan juga masa kontrak bekerja, langkah selanjutnya adalah memperhatikan gaji dan tunjangan yang akan Anda dapatkan.

Biasanya besaran gaji dan tunjangan tersebut akan tertuang dengan jelas dalam surat perjanjian kerja. Dalam perjanjian tersebut, akan dibahas mengenai besaran gaji pokok yang didapat beserta tunjangannya.

Dalam menerima gaji pokok ada point yang harus Anda perhatikan yaitu besaran gaji tersebut apakah sesuai dengan UMR daerah setempat? Bila tidak dan Anda tidak masalah tentu saja boleh mengambil pekerjaan tersebut.

Namun apabila tidak sesuai dengan keinginan Anda, maka berhak untuk membatalkannya. Rata-rata para karyawan baru akan mendapatkan gaji awal di bawah UMR sesuai dengan masa kontraknya.

Tetapi apabila perusahaan menginginkan Anda tetap bekerja di perusahaan tersebut, maka boleh jadi Anda kan mendapatkan gaji yang sesuai UMR.

Selain gaji, Anda pun harus memperhatikan tunjangan yang akan didapat. Tunjangan untuk karyawan baru biasanya tunjangan hari raya dan juga makan atau transport.

Bila sudah lama bekerja, tunjangan pun akan bertambah dan meliputi tunjangan keluarga, kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, Anda berhak untuk menanyakan kapan tunjangan lainnya di dapat dan juga kisaran tunjangan yang akan Anda terima. Sekali lagi, tunjangan dan gaji adalah hak Anda karena telah bekerja memenuhi kewajiban.

4. Tentang Hak Cuti Karyawan


Perjanjian kerja karyawan

Di Indonesia, perihal hak cuti karyawan sudah diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003. Dalam undang-undang tersebut dijelaskan mengenai hak cuti karyawan yang meliputi tujuh macam hak, yaitu cuti hamil, cuti bersama, cuti besar, cuti tahunan, cuti sakit, cuti berbayar, dan juga cuti penting.

Selain itu dalam pasal 79 ayat 2 UU Nomor 13 pun disebutkan mengenai cuti karyawan yang berbunyi seperti berikut ini:

“Karyawan berhak memperoleh sedikitnya 12 hari untuk cuti tahunan. Syaratnya, karyawan tersebut harus sudah bekerja minimal 1 tahun”

Dengan mengacu pada undang-undang ketenagakerjaan tersebut tentunya ketika Anda diberikan perjanjian kerja, periksalah poin-poin yang berkenaan dengan hak cuti Anda. Apabila hak cuti tersebut sesuai dengan undang-undang tersebut, maka Anda harus mematuhinya.

Jika pihak perusahaan memberikan hak cuti tidak sesuai dengan undang-undang, maka boleh untuk ditanyakan kepada pihak HRD. Karena bisa jadi, perusahaan memiliki pertimbangan lain yang erat kaitannya dengan masa kontrak atau masa kerja Anda sebagai karyawan.

Hak cuti ini menjadi sesuatu yang sangat ditunggu oleh para karyawan selain gaji yang didapat. Oleh karena itu perhatikanlah dengan seksama agar Anda bisa mendapatkan hak cuti yang sesuai dengan keinginan.

5. Perhatikan Peraturan Perusahaan dalam perjanjian kerja tersebut

Setelah Anda mengetahui hak-hak yang akan Anda dapatkan selama bekerja di perusahaan tersebut. Maka langkah selanjutnya adalah mengetahui kewajiban apa saja yang bisa Anda lakukan.

Tentunya hak dan kewajiban ini harus berjalan dengan seimbang. Kewajiban tersebut tidak hanya tentang pekerjaan melainkan peraturan perusahaan yang harus Anda patuhi. Adapun peraturan tersebut meliputi:

• Jam Operasional Kerja

Rata-rata para pekerja Indonesia memiliki waktu produktif pada hari Senin-Jumat, dimulai pukul 08.00 -17.00. Namun, waktu tersebut bisa saja berubah-ubah sesuai dengan kebijakan perusahaan itu sendiri.

Hanya saja bila perusahaan sudah menetapkan Anda harus mematuhinya serta usahakan datang ke kantor dengan tepat waktu.

• Pakaian yang Dikenakan

Pada umumnya para karyawan di Indonesia menggunakan baju yang formal. Adapun seragam yang dikenakan disesuaikan dengan identitas perusahaan itu sendiri.

Namun, tidak menutup kemungkinan ada pula yang mewajibkan karyawannya menggunakan pakaian non formal.
Sekali lagi ditegaskan, apapun itu peraturannya pastikan Anda mematuhinya selama tidak melanggar hak asasi manusia.

• Penggunaan Barang-Barang Kantor

Perusahaan akan memberikan fasilitas kantor bagi karyawannya apabila hal tersebut diperlukan. Namun yang pasti, setiap pekerja yang ada di kantor tersebut akan diberikan fasilitas meja, kursi, laptop atau computer sebagai penunjang pekerjaannya.

Selain fasilitas tersebut, ada pula yang menggunakan mobil atau motor tentunya disesuaikan dengan jabatan dan juga keperluannya.

Jika sudah diberikan kepercayaan untuk menggunakan fasilitas tersebut maka sebagai karyawan, wajib untuk menjaga, merawat, serta mengembalikannya apabila diminta atau sudah tidak bekerja kembali di perusahaan tersebut.

Intinya, dalam melaksanakan kewajiban ini harus ada komitmen yang baik dari Anda untuk melaksanakannya. Jika sudah begitu, maka perusahaan pun akan memperhatikan segala hal tentang hak Anda karena itu kewajiban perusahaan.

Kontrak kerja karyawan adalah hal yang krusial dalam sebuah perusahaan. Oleh karena itu Anda perlu berhati-hati dalam membuat kontrak kerja dengan karyawan. Pastikan kontrak yang Anda buat telah sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Selain itu, setelah kontrak karyawan akan segera habis, Anda harus memperbaruinya, dengan cara mengangkat karyawan menjadi karyawan tetap, atau melanjutkan kontraknya. Jangan sampai Anda lupa untuk memperbarui kontrak. Dengan Accurate online , Anda dapat menghitung dari Gaji yang akan di dapat. Dengan begitu, Anda dapat menghitung dengan mudah penghasilan dari si karyawan tersebut

Kontrak kerja adalah suatu perjanjian di antara pekerja dan pengusaha secara lisan atau tulisan, baik untuk waktu tertentu maupun untuk waktu tidak tertentu yang memuat syarat-syarat kerja, hak, dan kewajiban. Setiap perusahaan wajib untuk memberikan kontrak kerja di hari pertama calon karyawan bekerja. Berikut ini akan diulas mengenai hal-hal apa saja yang perlu dijadikan acuan untuk membuat kontrak kerja karyawan.

Definisi

Kontrak kerja adalah suatu perjanjian di antara pekerja dan pengusaha secara lisan atau tulisan, baik untuk waktu tertentu maupun untuk waktu tidak tertentu yang memuat syarat-syarat kerja, hak, dan kewajiban. Setiap perusahaan wajib untuk memberikan kontrak kerja di hari pertama calon karyawan bekerja. Dalam kontrak kerja biasanya tertulis dengan jelas pekerja yang memiliki hak dalam mendapat kebijakan perusahaan yang sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang masih berlaku di Indonesia. Didalamnya juga memuat mengenai prosedur kerja dan kode disiplin yang ditetapkan oleh perusahaan.

Selain itu, sesuai dengan pasal 52 ayat 1 Undang-Undang No. 13/2003 yang mengatur tentang Ketenagakerjaan juga menegaskan bahwa sebuah perjanjian kerja harus dibuat atas dasar:
1. Kesepakatan dari kedua belah pihak.
2. Kemampuan atau kecakapan melakukan perbuatan hukum.
3. Adanya pekerjaan yang diperjanjikan.
4. Pekerjaan yang diperjanjikan tersebut tidak bertentangan dengan ketertiban umum, kesusilaan dan peraturan Undang-Undang yang berlaku.

Kontrak Kerja Harus Sesuai dengan Undang-Undang

Maksudnya di sini adalah isi dari kontrak tersebut tidak boleh bertentangan dengan Undang-Undang. Serta tidak boleh bersifat memaksa, ketertiban umum, dan atau kesusilaan. Sekarang, pengetahuan kita sudah bertambah mengenai apa arti dari kontrak kerja itu sendiri dan kapan kontrak kerja bisa dianggap sah. Tetapi ada baiknya juga untuk mempelajari bagaimana cara membuat kontrak kerja yang baik.

Format Dasar Kontrak Kerja Karyawan

Banyak pengusaha yang mungkin belum memiliki kesadaran penuh tentang pentingnya menjalin kontrak kerja pada suatu perusahaan. Padahal dengan kontrak kerja karyawan yang sederhana saja sudah cukup untuk menjamin keterikatan kerja karyawan dalam waktu tertentu, lancarnya pekerjaan karyawan, serta terpenuhinya hak-hak karyawan dan pengusaha sebagai pemilik perusahaan. Di bawah ini adalah format contoh kontak kerja karyawan yang bisa Anda buat. Penjelasan mendetail tentang siapa saja pihak yang terkait dengan surat perjanjian kontrak kerja karyawan.

– Pengertian & Kesepakatan Umum
– Hak & Kewajiban setiap pihak yang terkait
– Definisi dan ruang lingkup kerja karyawan
– Kesepakatan Waktu Kerja
– Kesepakatan Gaji/Upah/Bonus/Imbalan
– Kesepakatan prosedur saat terjadi kelalaian, pengunduran diri, dan pemecatan
– Resolusi apabila terjadi perselisihan
– Kesepakatan dalam hal apabila terjadi Force Majeure
– Tanda Tangan Kesepakatan di atas Materai

Anda sebagai karyawan baru harus mengetahui tentang isi dari perjanjian kerja itu sendiri. Adapun pembahasan tersebut akan diulas dalam pembahasan 5 hal yang wajib karyawan ketahui tentang perjanjian kerja. Seperti apakah ulasannya? Ini Dia Pemaparannya!

1. Kontrak Kerja yang Berlaku

Penandatanganan kontrak kerja

Di setiap perusahaan, ada sebuah aturan untuk memperkerjakan karyawan yang terbagi dalam dua macam perjanjian. Perjanjian pertama yaitu, perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan perjanjian kerja waktu tertentu.

Perjanjian tersebut merupakan perjanjian yang diperuntukkan bagi karyawan kontrak ataupun seorang freelancer. Walaupun berstatus tersebut tetap saja setiap karyawan baru perlu mengetahui aturan-aturan yang ada dalam perjanjian kerja.

Salah satu poin yang harus Anda soroti mengenai kontrak kerja yang berlaku untuk Anda. Biasanya ada perusahaan yang memberlakukkan kontrak bagi karyawan baru selama 3, 6 bulan, dan 1 tahun.
 

Selain melihat kontrak kerja yang berlaku, Anda pun harus melihat poin-pon perhentian karyawan. Dengan begitu, setelah dipahami Anda akan bekerja sesuai kewajiban tersebut.

2. Tentang Job Deskripsi dan Posisi Jabatan Anda

Jangan heran bila nanti Anda dipanggil untuk bekerja namun jabatan yang diperoleh tidak sesuai dengan apa yang Anda lamar sebelumnya.

Biasanya ketika proses wawancara kerja, pihak HRD lebih mengetahui posisi atau jabatan yang harus Anda pegang di perusahaan tersebut.

Bisa jadi pula, jabatan tersebut hanya untuk sementara saja Anda pegang sebelum mengisi posisi yang Anda inginkan.

Namun tetap saja apapun jabatan yang Anda duduki harus tercantum dengan jelas pada perjanjian kerja. Karena itu baca dan perhatikan baik-baik job kerja yang akan Anda lakukan di perusahaan tersebut.

Selain jabatan, Anda pun harus mengetahui job deskripsi yang akan Anda lakukan di perusahaan tersebut. Ada baiknya pula, bila tidak ada yang dimengerti atau kurang jelas Anda bisa menanyakan kepada HRD atau pimpinan setempat.

Dengan mengetahui jabatan dan job deskripsi tersebut, Anda akan bekerja dengan penuh tanggung jawab tanpa ada keraguan.

3. Gaji dan Tunjangan yang Didapat

Setelah Anda memperhatikan jabatan dan juga masa kontrak bekerja, langkah selanjutnya adalah memperhatikan gaji dan tunjangan yang akan Anda dapatkan.

Biasanya besaran gaji dan tunjangan tersebut akan tertuang dengan jelas dalam surat perjanjian kerja. Dalam perjanjian tersebut, akan dibahas mengenai besaran gaji pokok yang didapat beserta tunjangannya.

Dalam menerima gaji pokok ada point yang harus Anda perhatikan yaitu besaran gaji tersebut apakah sesuai dengan UMR daerah setempat? Bila tidak dan Anda tidak masalah tentu saja boleh mengambil pekerjaan tersebut.

Namun apabila tidak sesuai dengan keinginan Anda, maka berhak untuk membatalkannya. Rata-rata para karyawan baru akan mendapatkan gaji awal di bawah UMR sesuai dengan masa kontraknya.

Tetapi apabila perusahaan menginginkan Anda tetap bekerja di perusahaan tersebut, maka boleh jadi Anda kan mendapatkan gaji yang sesuai UMR.

Selain gaji, Anda pun harus memperhatikan tunjangan yang akan didapat. Tunjangan untuk karyawan baru biasanya tunjangan hari raya dan juga makan atau transport.

Bila sudah lama bekerja, tunjangan pun akan bertambah dan meliputi tunjangan keluarga, kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, Anda berhak untuk menanyakan kapan tunjangan lainnya di dapat dan juga kisaran tunjangan yang akan Anda terima. Sekali lagi, tunjangan dan gaji adalah hak Anda karena telah bekerja memenuhi kewajiban.

4. Tentang Hak Cuti Karyawan


Perjanjian kerja karyawan

Di Indonesia, perihal hak cuti karyawan sudah diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003. Dalam undang-undang tersebut dijelaskan mengenai hak cuti karyawan yang meliputi tujuh macam hak, yaitu cuti hamil, cuti bersama, cuti besar, cuti tahunan, cuti sakit, cuti berbayar, dan juga cuti penting.

Selain itu dalam pasal 79 ayat 2 UU Nomor 13 pun disebutkan mengenai cuti karyawan yang berbunyi seperti berikut ini:

“Karyawan berhak memperoleh sedikitnya 12 hari untuk cuti tahunan. Syaratnya, karyawan tersebut harus sudah bekerja minimal 1 tahun”

Dengan mengacu pada undang-undang ketenagakerjaan tersebut tentunya ketika Anda diberikan perjanjian kerja, periksalah poin-poin yang berkenaan dengan hak cuti Anda. Apabila hak cuti tersebut sesuai dengan undang-undang tersebut, maka Anda harus mematuhinya.

Jika pihak perusahaan memberikan hak cuti tidak sesuai dengan undang-undang, maka boleh untuk ditanyakan kepada pihak HRD. Karena bisa jadi, perusahaan memiliki pertimbangan lain yang erat kaitannya dengan masa kontrak atau masa kerja Anda sebagai karyawan.

Hak cuti ini menjadi sesuatu yang sangat ditunggu oleh para karyawan selain gaji yang didapat. Oleh karena itu perhatikanlah dengan seksama agar Anda bisa mendapatkan hak cuti yang sesuai dengan keinginan.

5. Perhatikan Peraturan Perusahaan dalam perjanjian kerja tersebut

Setelah Anda mengetahui hak-hak yang akan Anda dapatkan selama bekerja di perusahaan tersebut. Maka langkah selanjutnya adalah mengetahui kewajiban apa saja yang bisa Anda lakukan.

Tentunya hak dan kewajiban ini harus berjalan dengan seimbang. Kewajiban tersebut tidak hanya tentang pekerjaan melainkan peraturan perusahaan yang harus Anda patuhi. Adapun peraturan tersebut meliputi:

• Jam Operasional Kerja

Rata-rata para pekerja Indonesia memiliki waktu produktif pada hari Senin-Jumat, dimulai pukul 08.00 -17.00. Namun, waktu tersebut bisa saja berubah-ubah sesuai dengan kebijakan perusahaan itu sendiri.

Hanya saja bila perusahaan sudah menetapkan Anda harus mematuhinya serta usahakan datang ke kantor dengan tepat waktu.

• Pakaian yang Dikenakan

Pada umumnya para karyawan di Indonesia menggunakan baju yang formal. Adapun seragam yang dikenakan disesuaikan dengan identitas perusahaan itu sendiri.

Namun, tidak menutup kemungkinan ada pula yang mewajibkan karyawannya menggunakan pakaian non formal.
Sekali lagi ditegaskan, apapun itu peraturannya pastikan Anda mematuhinya selama tidak melanggar hak asasi manusia.

• Penggunaan Barang-Barang Kantor

Perusahaan akan memberikan fasilitas kantor bagi karyawannya apabila hal tersebut diperlukan. Namun yang pasti, setiap pekerja yang ada di kantor tersebut akan diberikan fasilitas meja, kursi, laptop atau computer sebagai penunjang pekerjaannya.

Selain fasilitas tersebut, ada pula yang menggunakan mobil atau motor tentunya disesuaikan dengan jabatan dan juga keperluannya.

Jika sudah diberikan kepercayaan untuk menggunakan fasilitas tersebut maka sebagai karyawan, wajib untuk menjaga, merawat, serta mengembalikannya apabila diminta atau sudah tidak bekerja kembali di perusahaan tersebut.

Intinya, dalam melaksanakan kewajiban ini harus ada komitmen yang baik dari Anda untuk melaksanakannya. Jika sudah begitu, maka perusahaan pun akan memperhatikan segala hal tentang hak Anda karena itu kewajiban perusahaan.

Kontrak kerja karyawan adalah hal yang krusial dalam sebuah perusahaan. Oleh karena itu Anda perlu berhati-hati dalam membuat kontrak kerja dengan karyawan. Pastikan kontrak yang Anda buat telah sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Selain itu, setelah kontrak karyawan akan segera habis, Anda harus memperbaruinya, dengan cara mengangkat karyawan menjadi karyawan tetap, atau melanjutkan kontraknya. Jangan sampai Anda lupa untuk memperbarui kontrak. Dengan Accurate online , Anda dapat menghitung dari Gaji yang akan di dapat. Dengan begitu, Anda dapat menghitung dengan mudah penghasilan dari si karyawan tersebut

Kontrak kerja adalah suatu perjanjian di antara pekerja dan pengusaha secara lisan atau tulisan, baik untuk waktu tertentu maupun untuk waktu tidak tertentu yang memuat syarat-syarat kerja, hak, dan kewajiban. Setiap perusahaan wajib untuk memberikan kontrak kerja di hari pertama calon karyawan bekerja. Berikut ini akan diulas mengenai hal-hal apa saja yang perlu dijadikan acuan untuk membuat kontrak kerja karyawan.

Definisi

Kontrak kerja adalah suatu perjanjian di antara pekerja dan pengusaha secara lisan atau tulisan, baik untuk waktu tertentu maupun untuk waktu tidak tertentu yang memuat syarat-syarat kerja, hak, dan kewajiban. Setiap perusahaan wajib untuk memberikan kontrak kerja di hari pertama calon karyawan bekerja. Dalam kontrak kerja biasanya tertulis dengan jelas pekerja yang memiliki hak dalam mendapat kebijakan perusahaan yang sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang masih berlaku di Indonesia. Didalamnya juga memuat mengenai prosedur kerja dan kode disiplin yang ditetapkan oleh perusahaan.

Selain itu, sesuai dengan pasal 52 ayat 1 Undang-Undang No. 13/2003 yang mengatur tentang Ketenagakerjaan juga menegaskan bahwa sebuah perjanjian kerja harus dibuat atas dasar:
1. Kesepakatan dari kedua belah pihak.
2. Kemampuan atau kecakapan melakukan perbuatan hukum.
3. Adanya pekerjaan yang diperjanjikan.
4. Pekerjaan yang diperjanjikan tersebut tidak bertentangan dengan ketertiban umum, kesusilaan dan peraturan Undang-Undang yang berlaku.

Kontrak Kerja Harus Sesuai dengan Undang-Undang

Maksudnya di sini adalah isi dari kontrak tersebut tidak boleh bertentangan dengan Undang-Undang. Serta tidak boleh bersifat memaksa, ketertiban umum, dan atau kesusilaan. Sekarang, pengetahuan kita sudah bertambah mengenai apa arti dari kontrak kerja itu sendiri dan kapan kontrak kerja bisa dianggap sah. Tetapi ada baiknya juga untuk mempelajari bagaimana cara membuat kontrak kerja yang baik.

Format Dasar Kontrak Kerja Karyawan

Banyak pengusaha yang mungkin belum memiliki kesadaran penuh tentang pentingnya menjalin kontrak kerja pada suatu perusahaan. Padahal dengan kontrak kerja karyawan yang sederhana saja sudah cukup untuk menjamin keterikatan kerja karyawan dalam waktu tertentu, lancarnya pekerjaan karyawan, serta terpenuhinya hak-hak karyawan dan pengusaha sebagai pemilik perusahaan. Di bawah ini adalah format contoh kontak kerja karyawan yang bisa Anda buat. Penjelasan mendetail tentang siapa saja pihak yang terkait dengan surat perjanjian kontrak kerja karyawan.

– Pengertian & Kesepakatan Umum
– Hak & Kewajiban setiap pihak yang terkait
– Definisi dan ruang lingkup kerja karyawan
– Kesepakatan Waktu Kerja
– Kesepakatan Gaji/Upah/Bonus/Imbalan
– Kesepakatan prosedur saat terjadi kelalaian, pengunduran diri, dan pemecatan
– Resolusi apabila terjadi perselisihan
– Kesepakatan dalam hal apabila terjadi Force Majeure
– Tanda Tangan Kesepakatan di atas Materai

Anda sebagai karyawan baru harus mengetahui tentang isi dari perjanjian kerja itu sendiri. Adapun pembahasan tersebut akan diulas dalam pembahasan 5 hal yang wajib karyawan ketahui tentang perjanjian kerja. Seperti apakah ulasannya? Ini Dia Pemaparannya!

1. Kontrak Kerja yang Berlaku

Penandatanganan kontrak kerja

Di setiap perusahaan, ada sebuah aturan untuk memperkerjakan karyawan yang terbagi dalam dua macam perjanjian. Perjanjian pertama yaitu, perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan perjanjian kerja waktu tertentu.

Perjanjian tersebut merupakan perjanjian yang diperuntukkan bagi karyawan kontrak ataupun seorang freelancer. Walaupun berstatus tersebut tetap saja setiap karyawan baru perlu mengetahui aturan-aturan yang ada dalam perjanjian kerja.

Salah satu poin yang harus Anda soroti mengenai kontrak kerja yang berlaku untuk Anda. Biasanya ada perusahaan yang memberlakukkan kontrak bagi karyawan baru selama 3, 6 bulan, dan 1 tahun.
 

Selain melihat kontrak kerja yang berlaku, Anda pun harus melihat poin-pon perhentian karyawan. Dengan begitu, setelah dipahami Anda akan bekerja sesuai kewajiban tersebut.

2. Tentang Job Deskripsi dan Posisi Jabatan Anda

Jangan heran bila nanti Anda dipanggil untuk bekerja namun jabatan yang diperoleh tidak sesuai dengan apa yang Anda lamar sebelumnya.

Biasanya ketika proses wawancara kerja, pihak HRD lebih mengetahui posisi atau jabatan yang harus Anda pegang di perusahaan tersebut.

Bisa jadi pula, jabatan tersebut hanya untuk sementara saja Anda pegang sebelum mengisi posisi yang Anda inginkan.

Namun tetap saja apapun jabatan yang Anda duduki harus tercantum dengan jelas pada perjanjian kerja. Karena itu baca dan perhatikan baik-baik job kerja yang akan Anda lakukan di perusahaan tersebut.

Selain jabatan, Anda pun harus mengetahui job deskripsi yang akan Anda lakukan di perusahaan tersebut. Ada baiknya pula, bila tidak ada yang dimengerti atau kurang jelas Anda bisa menanyakan kepada HRD atau pimpinan setempat.

Dengan mengetahui jabatan dan job deskripsi tersebut, Anda akan bekerja dengan penuh tanggung jawab tanpa ada keraguan.

3. Gaji dan Tunjangan yang Didapat

Setelah Anda memperhatikan jabatan dan juga masa kontrak bekerja, langkah selanjutnya adalah memperhatikan gaji dan tunjangan yang akan Anda dapatkan.

Biasanya besaran gaji dan tunjangan tersebut akan tertuang dengan jelas dalam surat perjanjian kerja. Dalam perjanjian tersebut, akan dibahas mengenai besaran gaji pokok yang didapat beserta tunjangannya.

Dalam menerima gaji pokok ada point yang harus Anda perhatikan yaitu besaran gaji tersebut apakah sesuai dengan UMR daerah setempat? Bila tidak dan Anda tidak masalah tentu saja boleh mengambil pekerjaan tersebut.

Namun apabila tidak sesuai dengan keinginan Anda, maka berhak untuk membatalkannya. Rata-rata para karyawan baru akan mendapatkan gaji awal di bawah UMR sesuai dengan masa kontraknya.

Tetapi apabila perusahaan menginginkan Anda tetap bekerja di perusahaan tersebut, maka boleh jadi Anda kan mendapatkan gaji yang sesuai UMR.

Selain gaji, Anda pun harus memperhatikan tunjangan yang akan didapat. Tunjangan untuk karyawan baru biasanya tunjangan hari raya dan juga makan atau transport.

Bila sudah lama bekerja, tunjangan pun akan bertambah dan meliputi tunjangan keluarga, kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, Anda berhak untuk menanyakan kapan tunjangan lainnya di dapat dan juga kisaran tunjangan yang akan Anda terima. Sekali lagi, tunjangan dan gaji adalah hak Anda karena telah bekerja memenuhi kewajiban.

4. Tentang Hak Cuti Karyawan


Perjanjian kerja karyawan

Di Indonesia, perihal hak cuti karyawan sudah diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003. Dalam undang-undang tersebut dijelaskan mengenai hak cuti karyawan yang meliputi tujuh macam hak, yaitu cuti hamil, cuti bersama, cuti besar, cuti tahunan, cuti sakit, cuti berbayar, dan juga cuti penting.

Selain itu dalam pasal 79 ayat 2 UU Nomor 13 pun disebutkan mengenai cuti karyawan yang berbunyi seperti berikut ini:

“Karyawan berhak memperoleh sedikitnya 12 hari untuk cuti tahunan. Syaratnya, karyawan tersebut harus sudah bekerja minimal 1 tahun”

Dengan mengacu pada undang-undang ketenagakerjaan tersebut tentunya ketika Anda diberikan perjanjian kerja, periksalah poin-poin yang berkenaan dengan hak cuti Anda. Apabila hak cuti tersebut sesuai dengan undang-undang tersebut, maka Anda harus mematuhinya.

Jika pihak perusahaan memberikan hak cuti tidak sesuai dengan undang-undang, maka boleh untuk ditanyakan kepada pihak HRD. Karena bisa jadi, perusahaan memiliki pertimbangan lain yang erat kaitannya dengan masa kontrak atau masa kerja Anda sebagai karyawan.

Hak cuti ini menjadi sesuatu yang sangat ditunggu oleh para karyawan selain gaji yang didapat. Oleh karena itu perhatikanlah dengan seksama agar Anda bisa mendapatkan hak cuti yang sesuai dengan keinginan.

5. Perhatikan Peraturan Perusahaan dalam perjanjian kerja tersebut

Setelah Anda mengetahui hak-hak yang akan Anda dapatkan selama bekerja di perusahaan tersebut. Maka langkah selanjutnya adalah mengetahui kewajiban apa saja yang bisa Anda lakukan.

Tentunya hak dan kewajiban ini harus berjalan dengan seimbang. Kewajiban tersebut tidak hanya tentang pekerjaan melainkan peraturan perusahaan yang harus Anda patuhi. Adapun peraturan tersebut meliputi:

• Jam Operasional Kerja

Rata-rata para pekerja Indonesia memiliki waktu produktif pada hari Senin-Jumat, dimulai pukul 08.00 -17.00. Namun, waktu tersebut bisa saja berubah-ubah sesuai dengan kebijakan perusahaan itu sendiri.

Hanya saja bila perusahaan sudah menetapkan Anda harus mematuhinya serta usahakan datang ke kantor dengan tepat waktu.

• Pakaian yang Dikenakan

Pada umumnya para karyawan di Indonesia menggunakan baju yang formal. Adapun seragam yang dikenakan disesuaikan dengan identitas perusahaan itu sendiri.

Namun, tidak menutup kemungkinan ada pula yang mewajibkan karyawannya menggunakan pakaian non formal.
Sekali lagi ditegaskan, apapun itu peraturannya pastikan Anda mematuhinya selama tidak melanggar hak asasi manusia.

• Penggunaan Barang-Barang Kantor

Perusahaan akan memberikan fasilitas kantor bagi karyawannya apabila hal tersebut diperlukan. Namun yang pasti, setiap pekerja yang ada di kantor tersebut akan diberikan fasilitas meja, kursi, laptop atau computer sebagai penunjang pekerjaannya.

Selain fasilitas tersebut, ada pula yang menggunakan mobil atau motor tentunya disesuaikan dengan jabatan dan juga keperluannya.

Jika sudah diberikan kepercayaan untuk menggunakan fasilitas tersebut maka sebagai karyawan, wajib untuk menjaga, merawat, serta mengembalikannya apabila diminta atau sudah tidak bekerja kembali di perusahaan tersebut.

Intinya, dalam melaksanakan kewajiban ini harus ada komitmen yang baik dari Anda untuk melaksanakannya. Jika sudah begitu, maka perusahaan pun akan memperhatikan segala hal tentang hak Anda karena itu kewajiban perusahaan.

Kontrak kerja karyawan adalah hal yang krusial dalam sebuah perusahaan. Oleh karena itu Anda perlu berhati-hati dalam membuat kontrak kerja dengan karyawan. Pastikan kontrak yang Anda buat telah sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Selain itu, setelah kontrak karyawan akan segera habis, Anda harus memperbaruinya, dengan cara mengangkat karyawan menjadi karyawan tetap, atau melanjutkan kontraknya. Jangan sampai Anda lupa untuk memperbarui kontrak. Dengan Accurate online , Anda dapat menghitung dari Gaji yang akan di dapat. Dengan begitu, Anda dapat menghitung dengan mudah penghasilan dari si karyawan tersebut

Ichsan
Kita tidak akan pernah tau sebelum kita melakukannya. ingatlah satu hal, usaha yang kita lakukan akan sebanding dengan hasilnya.

"Solution Analyst
Software Akuntansi Accurate"

About the author

Ichsan

Kita tidak akan pernah tau sebelum kita melakukannya. ingatlah satu hal, usaha yang kita lakukan akan sebanding dengan hasilnya.

"Solution Analyst
Software Akuntansi Accurate"

Leave a Comment